Pemerintah Vietnam berencana memperpanjang kebijakan insentif pajak bagi kendaraan listrik (EV) hingga tahun 2030. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mengakselerasi transisi menuju transportasi rendah emisi dan memperkuat industri otomotif dalam negeri.
Usulan perpanjangan kebijakan tersebut akan diajukan kepada parlemen setelah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Keuangan Vietnam.
Sejak diterapkan pada tahun 2022, kebijakan yang memangkas tarif pajak kendaraan listrik dari maksimal 11% menjadi hanya 1% hingga 3% ini telah menunjukkan dampak signifikan. Angka penjualan kendaraan listrik melonjak drastis, dari sekitar 7.000 unit pada tahun 2022 menjadi hampir 175.000 unit pada tahun 2025.
Selain potongan pajak, pemerintah juga memperpanjang pembebasan biaya pendaftaran kendaraan listrik hingga awal 2027. Kombinasi insentif fiskal dan regulasi ini dirancang untuk mendorong adopsi kendaraan listrik sekaligus memajukan industri terkait.
Pentingnya Insentif Pajak untuk Pasar EV
Kementerian Keuangan Vietnam menekankan bahwa mempertahankan tarif pajak yang rendah sangat krusial pada tahap perkembangan pasar kendaraan listrik saat ini.
“Pertama, hal ini akan membantu mempercepat peralihan ke kendaraan bertenaga energi bersih, mengurangi emisi dari kegiatan transportasi, dan meningkatkan kualitas udara, terutama di kota-kota besar, sekaligus membantu mengurangi polusi suara akibat lalu lintas,” terang kementerian tersebut.
Salah satu hambatan utama yang diidentifikasi adalah harga beli kendaraan listrik yang masih relatif lebih mahal dibandingkan kendaraan konvensional.
“Kedua, kebijakan ini akan memudahkan masyarakat dan pelaku usaha untuk memiliki kendaraan rendah emisi, di saat pasar kendaraan listrik dalam negeri masih dalam tahap awal perkembangan dan biaya investasi awal untuk kendaraan listrik umumnya masih lebih tinggi daripada kendaraan berbahan bakar fosil,” tambah kementerian keuangan Vietnam.
Lebih lanjut, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat sektor manufaktur dan rantai pasok domestik. Vietnam berupaya menarik investasi di bidang perakitan, produksi komponen, dan pengembangan teknologi pendukung untuk kendaraan listrik.
“Kebijakan ini akan mendukung arah investasi dalam pembuatan dan perakitan kendaraan listrik di dalam negeri, mendorong perkembangan industri pendukung, serta secara bertahap membentuk ekosistem teknis yang sejalan dengan transisi teknologi di sektor otomotif,” papar kementerian keuangan lagi.
Usulan perpanjangan insentif pajak ini mencakup tarif yang bervariasi berdasarkan ukuran kendaraan. Mobil listrik penumpang yang lebih kecil akan tetap dikenakan tarif 3% hingga 2030, sementara kendaraan yang lebih besar akan mendapatkan tarif yang lebih rendah lagi. Mulai tahun 2031, semua kategori kendaraan listrik akan mengalami kenaikan tarif pajak secara bertahap, memberikan kepastian jangka panjang bagi para investor.
Hasil Nyata Pengurangan Emisi
Dampak positif kebijakan pajak Vietnam terhadap pengurangan emisi karbon telah terlihat jelas. Data pemerintah menunjukkan peningkatan pemangkasan emisi CO2 setiap tahun sejak kebijakan ini diterapkan, mencapai 148.492 ton pada tahun 2025 saja.
Setiap kendaraan listrik diperkirakan mampu mengurangi emisi sekitar 0,85 ton per tahun dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Dengan lebih dari 300.000 kendaraan listrik yang terjual antara tahun 2022 hingga 2025, total pengurangan emisi diperkirakan mencapai sekitar 256.000 ton per tahun.
Kementerian Keuangan menegaskan bahwa hasil ini membuktikan efektivitas kebijakan pajak dalam mencapai target iklim nasional. Perpanjangan insentif ini sejalan dengan komitmen lingkungan yang lebih luas, serta berkontribusi pada pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan perbaikan kualitas udara perkotaan.
Bagi pelaku industri, usulan perpanjangan ini memberikan kepastian regulasi yang sangat dibutuhkan untuk ekspansi operasional di pasar kendaraan listrik Asia Tenggara yang dinamis.
“Jika disetujui, ini akan menjadi sumber daya yang sangat penting untuk mendorong perusahaan berinvestasi di pasar kendaraan listrik. Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik yang kuat akan mengurangi jumlah kendaraan berbahan bakar fosil, sehingga memangkas emisi polutan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih hijau,” ungkap Dao Cong Quyet, kepala Subkomite Komunikasi dari Asosiasi Produsen Otomotif Vietnam.
Aturan Pajak yang Tepat Sasaran Percepat Perbaikan Iklim
Pendekatan Vietnam menjadi contoh bagaimana kebijakan pajak yang ditargetkan dapat mengakselerasi perbaikan iklim sekaligus mentransformasi industri. Dengan mengaitkan insentif pajak dengan rencana jangka panjang, pemerintah berupaya mengurangi risiko bagi investor sekaligus mengubah pola konsumsi masyarakat.
Bagi para pemimpin perusahaan, sinyal dari Vietnam menunjukkan pergeseran Asia Tenggara dari tahap uji coba menuju adopsi kendaraan listrik secara massal, didukung oleh regulasi yang semakin kondusif bagi infrastruktur, produksi, dan permintaan pasar.
Bagi investor, Vietnam menawarkan model integrasi kebijakan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang terpadu. Kombinasi insentif fiskal, strategi industri, dan target emisi dapat menjadi referensi bagi negara berkembang lain yang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan upaya mitigasi perubahan iklim.
Di tengah persaingan global dalam rantai pasok kendaraan listrik, perpanjangan insentif pajak ini memposisikan Vietnam sebagai pemain penting dalam transisi transportasi global.






