Tren

Daftar Singkatan Nama Pahlawan Nasional, dari RA Kartini hingga AH Nasution

Advertisement

Banyak pahlawan nasional Indonesia yang namanya kerap disingkat, namun kepanjangannya belum tentu diketahui publik. Salah satu yang paling dikenal adalah Raden Ajeng Kartini, yang diperingati setiap 21 April. Selain RA Kartini, tokoh seperti MH Thamrin dan AH Nasution juga dikenal dengan singkatan namanya.

Pentingnya mengetahui kepanjangan nama para pahlawan ini menjadi sorotan, mengingat peran mereka dalam sejarah bangsa. Berikut adalah daftar singkatan nama pahlawan nasional Indonesia beserta penjelasan lengkapnya.

Daftar Singkatan Nama Pahlawan Nasional

Data yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk Kompas.com dan akun resmi Instagram @indonesiabaik.id, menyajikan informasi mengenai kepanjangan singkatan nama pahlawan nasional.

1. Raden Ajeng Kartini (R.A Kartini)

R.A Kartini, lahir pada 21 April 1879 di Jepara, merupakan pelopor kebangkitan perempuan nusantara. Hari kelahirannya kini diperingati sebagai Hari Kartini. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2 Mei 1964.

2. Karel Sadsuitubun (K.S. Tubun)

K.S. Tubun adalah tokoh kepolisian yang lahir di Maluku pada 14 Oktober 1928. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1965.

3. Mohammad Hoesni Thamrin (MH Thamrin)

MH Thamrin dikenal sebagai politisi dan aktivis kemerdekaan. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1960.

4. Wage Rudolf Supratman (WR Supratman)

WR Supratman merupakan komposer lagu kebangsaan Indonesia, “Indonesia Raya”. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1971.

5. Hadji Oemar Said Tjokroaminoto (HOS Cokroaminoto)

HOS Cokroaminoto adalah seorang politisi dan pemimpin pertama Sarekat Islam. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1961.

6. Mas Tirtodarmo Haryono (M.T. Haryono)

M.T. Haryono adalah satu dari tujuh pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI di Lubang Buaya. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1971.

Advertisement

7. Tahi Bonar Simatupang (T.B. Simatupang)

T.B. Simatupang adalah tokoh militer dan juga tokoh Gereja di Indonesia. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2013.

8. Hajjah Rangkayo Rasuna Said (H.R. Rasuna Said)

H.R. Rasuna Said adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan juga pejuang hak asasi perempuan. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1974.

9. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (G.S.S.J. Ratulangi)

G.S.S.J. Ratulangi adalah seorang politikus, jurnalis, dan guru yang berasal dari Sulawesi Utara. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1974.

10. Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka)

Buya Hamka adalah seorang ulama, filsuf, dan sastrawan yang turut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Revolusi. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011.

11. Donald Isaac Panjaitan (D.I. Panjaitan)

D.I. Panjaitan lahir di Balige, Sumatera Utara pada 19 Juni 1925. Beliau dikenal sebagai tokoh militer Indonesia dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1965.

12. Siswondo Parman (S. Parman)

S. Parman lahir di Wonosobo, Jawa Tengah pada 4 Agustus 1918. Beliau adalah tokoh militer Indonesia yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1965.

13. Raden Eddy Martadinata (RE Martadinata)

RE Martadinata merupakan Pahlawan Nasional asal Bandung yang dikenal sebagai tokoh Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Beliau lahir di Bandung pada 29 Maret 1921 dan meninggal dalam kecelakaan helikopter pada 6 Oktober 1966. Makamnya berada di TMP Kalibata dan beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 7 Oktober 1966.

14. Abdul Haris Nasution (AH Nasution)

AH Nasution adalah tokoh militer yang juga memegang gelar Jenderal Besar di Indonesia. Lahir di Mandailing Natal, 3 Desember 1918, beliau tercatat sebagai peletak dasar sistem gerilya dalam mempertahankan kemerdekaan. AH Nasution menjadi salah satu target dalam peristiwa G30S, namun berhasil selamat. Sayangnya, putrinya, Ade Irma Suryani, gugur dalam peristiwa tersebut.

Advertisement