Global

AS Bergejolak, Wacana Pemakzulan Trump Kian Menguat

Advertisement

WASHINGTON DC – Peluang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk dimakzulkan dan dicopot dari jabatannya dilaporkan mencapai titik tertinggi sepanjang masa jabatannya.

Platform prediksi Kalshi mencatat probabilitas pemakzulan dan pencopotan Trump mencapai sekitar 28,7 persen pada Senin (20/4/2026) pagi. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dari 22,1 persen pada 2 April, serta melampaui rekor sebelumnya yang berada di kisaran 24 persen pada 29 Mei dan 12 Agustus tahun sebelumnya.

Kenaikan peluang pemakzulan ini terjadi di tengah penurunan dukungan dari Partai Republik dalam sejumlah survei, terutama setelah munculnya reaksi terhadap perang Iran. Meski demikian, peluang Trump untuk benar-benar dicopot dari jabatannya tetap dinilai kecil.

Respons Gedung Putih dan Pandangan Trump

Menanggapi situasi tersebut, juru bicara Gedung Putih, David Ingle, menyatakan keprihatinan. “Ini menyedihkan. Partai Demokrat telah berbicara tentang memakzulkan Presiden Trump bahkan sebelum dia dilantik,” ujar Ingle. Ia menambahkan bahwa Demokrat di Kongres dinilai “tidak waras, lemah, dan tidak efektif, itulah sebabnya tingkat persetujuan mereka berada pada titik terendah dalam sejarah.”

Sementara itu, Donald Trump sendiri sebelumnya pernah menyatakan bahwa pasar prediksi lebih akurat dibandingkan jajak pendapat. “Mereka memprediksi saya dengan cukup tepat dengan kemenangan telak,” kata Trump kepada Max Raskin dalam sebuah tulisan opini di Washington Post.

Advertisement

Hambatan Prosedural Pemakzulan

Wacana pemakzulan ketiga kembali mencuat pada masa jabatan kedua Trump, namun menghadapi hambatan prosedural yang besar. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memang dapat menyetujui pemakzulan dengan mayoritas sederhana. Namun, pencopotan presiden mensyaratkan dukungan dua pertiga anggota Senat setelah melalui persidangan.

Selain itu, presiden juga dapat dicopot melalui Amandemen ke-25 Konstitusi Amerika Serikat. Mekanisme ini mengharuskan wakil presiden dan mayoritas kabinet menyatakan bahwa presiden tidak layak menjabat. Namun, jalur ini dinilai sulit diterapkan karena kabinet saat ini diisi oleh orang-orang yang ditunjuk langsung oleh Trump.

Dorongan Penggunaan Amandemen ke-25

Di tengah kebuntuan tersebut, sejumlah anggota Partai Demokrat mendorong jalur alternatif melalui Amandemen ke-25. Sebanyak 78 anggota DPR dari Partai Demokrat telah mendukung rancangan undang-undang yang diajukan anggota DPR dari Maryland, Jamie Raskin. Rancangan ini bertujuan membentuk badan independen yang memungkinkan penilaian terhadap kelayakan presiden tanpa harus bergantung pada wakil presiden dan kabinet.

Dorongan ini muncul di tengah kekhawatiran atas perilaku terbaru Trump, termasuk pernyataannya tentang kemungkinan “menghapus seluruh peradaban” di tengah perang melawan Iran.

Advertisement