Perburuan gelar juara Liga Primer Inggris musim 2025-2026 semakin memanas menyusul kemenangan krusial Manchester City atas Arsenal pada pekan ke-34. Duel sarat gengsi yang dihelat di Stadion Etihad pada Minggu (19/4/2026) malam WIB tersebut berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Manchester City berhasil mengamankan tiga poin berkat gol-gol dari Rayan Cherki pada menit ke-16 dan Erling Haaland di menit ke-65. Sementara itu, Arsenal hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Kai Havertz di menit ke-18.
Hasil ini membuat Manchester City kini hanya tertinggal tiga poin dari Arsenal di puncak klasemen. Kendati demikian, peta persaingan gelar juara masih sangat terbuka mengingat kedua tim masih memiliki beberapa pertandingan sisa yang dapat mengubah segalanya.
Skenario Imbang Poin dan Selisih Gol
Salah satu skenario menarik yang patut diwaspadai adalah kemungkinan kedua tim, Arsenal dan Manchester City, mengakhiri musim dengan jumlah poin, selisih gol, dan bahkan produktivitas gol yang identik. Jika hal ini terjadi, penentuan juara Liga Primer akan berlangsung hingga perhitungan paling detail.
Regulasi Liga Primer Inggris telah mengatur secara rinci mengenai kriteria penentuan posisi klasemen apabila ada dua klub atau lebih yang memiliki statistik identik. Poin menjadi tolok ukur utama. Jika poin sama, maka selisih gol akan menjadi penentu.
Saat ini, Arsenal masih unggul satu gol dalam selisih gol dibandingkan Manchester City, dengan catatan +37 berbanding +36. Namun, keunggulan tipis ini sangat mungkin disalip oleh “The Citizens” mengingat mereka masih memiliki satu pertandingan tunda yang bisa menambah pundi-pundi gol mereka.
Apabila selisih gol kedua tim juga sama, maka jumlah gol yang dicetak selama satu musim akan menjadi faktor penentu berikutnya. Manchester City saat ini sedikit lebih unggul dalam hal ini, dengan 65 gol berbanding 63 gol milik Arsenal.
Namun, skenario paling dramatis akan terjadi jika produktivitas gol kedua tim juga identik di akhir musim. Dalam kondisi tersebut, tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dalam pertandingan head-to-head antar kedua tim akan dinobatkan sebagai juara.
Pertemuan pertama kedua tim di Emirates pada September tahun lalu berakhir imbang 1-1. Sementara itu, kemenangan 2-1 yang diraih Manchester City atas Arsenal pada akhir pekan lalu memberikan keuntungan bagi mereka dalam rekor head-to-head.
Secara garis besar, urutan penentuan peringkat jika terjadi kesamaan poin adalah sebagai berikut: selisih gol, jumlah gol yang dicetak, dan terakhir adalah poin dari hasil pertandingan head-to-head.
Manchester City Pernah Diuntungkan Selisih Gol
Sejak Liga Primer Inggris bergulir pada tahun 1992, tercatat ada tujuh tim berbeda yang pernah merasakan gelar juara, yaitu Manchester United, Arsenal, Chelsea, Manchester City, Blackburn Rovers, Leicester City, dan Liverpool.
Manchester City sendiri pernah mencatatkan rekor selisih gol terbesar dalam sejarah Liga Primer pada musim 2017-2018. Kala itu, mereka finis dengan keunggulan 19 poin atas Manchester United yang berada di posisi kedua.
Lebih dari itu, Manchester City juga pernah menjadi satu-satunya klub yang berhasil mengamankan gelar Liga Primer Inggris berdasarkan keunggulan selisih gol.
Momen bersejarah tersebut terjadi pada musim 2011-2012. Gol dramatis Sergio Aguero di menit-menit akhir pertandingan melawan Queens Park Rangers menjadi penentu gelar Liga Primer pertama bagi klub asal Manchester tersebut. Pada akhir musim itu, Manchester City dan Manchester United sama-sama mengoleksi 89 poin. Namun, “The Citizens” unggul dalam selisih gol (+64) dibandingkan United (+56), yang akhirnya memastikan mereka meraih trofi juara.






