TEHERAN – Iran mengklaim telah mempercepat upaya perbaikan dan pembaruan fasilitas peluncur rudal serta drone. Klaim ini disampaikan di tengah ketegangan yang masih membayangi potensi pecahnya kembali perang dengan Amerika Serikat dan Israel, pasca-disepakatinya gencatan senjata dua pekan pada Selasa (7/4/2026) malam waktu AS.
Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Iran, Majid Mousavi, menyatakan bahwa negaranya kini mampu meningkatkan dan mengganti peluncur rudal serta drone dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan sebelum operasi militer gabungan AS-Israel dilancarkan. Pernyataan ini disampaikan melalui sebuah video yang dibagikan media pemerintah, memperlihatkan Mousavi tengah meninjau fasilitas rudal bawah tanah.
Reuters melaporkan pada Minggu (19/4/2026) bahwa keaslian video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Ketegangan antara Iran dan koalisi AS-Israel memuncak setelah serangan pada 28 Februari yang diklaim bertujuan melumpuhkan kekuatan serangan rudal Teheran. Namun, Mousavi menegaskan bahwa kemampuan Iran tetap terjaga.
Iran Sesumbar Kemenangan dan Keunggulan Logistik
Dalam pernyataannya, Mousavi juga melontarkan sindiran terhadap pihak lawan, mengklaim kemenangan dalam fase perang yang telah berlangsung. “Mereka telah kalah dalam fase perang ini! Mereka telah kehilangan Selat, Lebanon, dan kawasan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi logistik militer pihak lawan berbeda dengan Iran. “Berbeda dengan Iran, musuh tidak mampu mengisi ulang amunisinya selama gencatan senjata,” kata Mousavi.
Hingga berita ini diturunkan, baik Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.
Intelijen AS Beri Gambaran Berbeda
Sementara itu, sejumlah laporan intelijen Amerika Serikat menyajikan gambaran yang tidak sepenuhnya sejalan dengan klaim Iran. Penilaian intelijen AS menyebutkan Iran kemungkinan masih memiliki sekitar 60 persen peluncur rudalnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa kampanye pengeboman oleh AS dan Israel telah “secara fungsional menghancurkan” program rudal Iran dan membuat militernya “tidak efektif dalam pertempuran selama bertahun-tahun.”
Namun, pejabat AS lainnya mengakui bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk menggali kembali atau memperbaiki peluncur yang rusak atau terkubur akibat serangan tersebut.
Laporan Israel: Peluncur Rudal Iran Siap Digunakan
Di sisi lain, laporan media Israel mengindikasikan bahwa pihak keamanan negara itu telah mengidentifikasi peluncur rudal yang diarahkan ke wilayahnya. Peluncur-peluncur tersebut disebut siap digunakan jika gencatan senjata gagal tercapai, khususnya antara Israel dan Lebanon.
Situasi ini disebut menjadi salah satu alasan meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump agar Israel segera mencapai kesepakatan dengan Lebanon. Trump bahkan menyatakan bahwa Israel dilarang “membombardir Lebanon lagi,” sebuah pernyataan yang mengejutkan pemerintah Israel.
Sumber keamanan juga menyebutkan bahwa AS dan Israel tengah mempersiapkan kemungkinan konflik lanjutan dengan Iran, terutama di tengah ketegangan terkait Selat Hormuz yang mengancam proses negosiasi damai.




![[POPULER GLOBAL] Pemukulan Patung Yesus di Lebanon | Pesawat Gagal Terbang [POPULER GLOBAL] Pemukulan Patung Yesus di Lebanon | Pesawat Gagal Terbang](https://www.manadotoday.co.id/wp-content/uploads/2026/04/6583b8707b3f6-1-768x512.webp)
