Lestari

Konsumen Berharap Perusahaan Lebih Aktif Lindungi Sumber Air

Advertisement

Masyarakat global menuntut peran lebih aktif dari perusahaan besar dalam melindungi kualitas sumber air, tidak hanya sebatas mengelola penggunaan internal. Temuan riset terbaru menunjukkan polusi air kini dianggap sebagai masalah lingkungan paling serius oleh konsumen di seluruh dunia, mendorong ekspektasi agar korporasi memanfaatkan pengaruhnya untuk advokasi kebijakan perlindungan air yang lebih ketat.

Laporan dari GlobeScan, yang dilansir Trellis pada Senin (20/4/2026), menggarisbawahi kekhawatiran mendalam konsumen terhadap kualitas air. Harapan tinggi terhadap tindakan segera dari perusahaan muncul seiring dengan meningkatnya urgensi isu air dalam agenda kebijakan global dan lanskap bisnis.

Perusahaan sebagai Agen Perubahan Kebijakan

Secara global, hampir seluruh konsumen sepakat bahwa perusahaan besar memegang tanggung jawab untuk mendesak pemerintah agar meningkatkan perlindungan terhadap sumber daya air. Tingkat persetujuan ini mencapai puncaknya di Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Asia-Pasifik, di mana hampir sembilan dari sepuluh konsumen berpandangan serupa.

Wilayah-wilayah tersebut seringkali bergulat dengan kelangkaan air, kualitas air yang tidak aman, dan tingkat polusi yang mengancam langsung kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, serta mata pencaharian. Oleh karena itu, dorongan agar perusahaan ikut campur dalam advokasi kebijakan perlindungan air menjadi sangat krusial.

Di Eropa dan Amerika Utara, dukungan terhadap peran aktif perusahaan dalam advokasi perlindungan air juga tercatat kuat, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan wilayah lain. Konsumen di negara-negara maju ini, yang relatif lebih aman berkat infrastruktur dan regulasi yang lebih baik, tetap mengakui signifikansi masalah air global.

Advertisement

Yang lebih fundamental, konsumen di semua wilayah menyadari bahwa masalah air adalah tantangan kompleks yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Perusahaan besar dipandang sebagai entitas berpengaruh yang memiliki kapasitas dan kewajiban moral untuk mendorong perlindungan yang lebih kuat, terutama ketika sistem pemerintahan dianggap belum memadai.

Peluang dan Risiko bagi Korporasi

Temuan ini mengindikasikan adanya dukungan sosial yang substansial bagi perusahaan untuk secara terbuka menyuarakan perlindungan air. Bagi dunia bisnis, situasi ini membuka peluang sekaligus menghadirkan risiko.

Jika perusahaan memilih untuk bersikap pasif atau hanya berfokus pada efisiensi penggunaan air di internal mereka, konsumen berpotensi merasa kecewa. Kekecewaan ini bisa semakin terasa di daerah-daerah yang secara nyata terdampak krisis air.

Sebaliknya, dengan aktif mendorong kebijakan perlindungan publik yang lebih kuat, perusahaan dapat menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab bersama yang sejalan dengan ekspektasi konsumen. Langkah ini berpotensi memperkuat kepercayaan dan kredibilitas perusahaan, mengingat isu keberlanjutan lingkungan, termasuk kualitas air, kini menjadi pilar penting dalam citra korporasi.

Advertisement