Lestari

Gunakan Energi Terbarukan, Apple Kurangi Emisi 26 Juta Ton di Rantai Pasoknya

Advertisement

Apple mengumumkan peningkatan signifikan dalam penggunaan energi terbarukan di rantai pasoknya, mencapai lebih dari 20 gigawatt (GW) pada tahun 2025. Angka ini merupakan lonjakan hampir 10 persen dari tahun sebelumnya dan dua kali lipat lebih besar dibandingkan capaian pada 2021, sejalan dengan upaya perusahaan untuk mencapai target netral karbon pada 2030.

Laporan kemajuan lingkungan tahunan Apple, seperti dikutip dari ESG Today, Senin (20/4/2026), menyoroti bahwa proses manufaktur produk menyumbang lebih dari separuh total jejak karbon perusahaan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemasok untuk beralih ke sumber energi bersih menjadi strategi krusial dalam mitigasi iklim.

Perusahaan teknologi raksasa ini menargetkan netralitas karbon di seluruh lini bisnis, rantai pasok, dan siklus hidup produknya pada tahun 2030. Target ambisius ini mencakup pengurangan emisi sebesar 75 persen pada dekade ini, dengan komitmen jangka panjang untuk memangkas emisi hingga 90 persen pada 2050.

Strategi Transisi Energi dan Pengurangan Emisi

Salah satu pilar utama Apple dalam mencapai target iklimnya adalah mewajibkan seluruh rantai pasok produksinya untuk beralih sepenuhnya ke listrik terbarukan sebelum tahun 2030. Program Energi Bersih Pemasok, yang telah berjalan sejak 2015, menjadi instrumen penting dalam memfasilitasi transisi ini.

Melalui program ini, Apple memberikan dukungan komprehensif kepada para pemasoknya, meliputi aspek kebijakan, penyediaan informasi mengenai opsi pembelian energi terbarukan, analisis data, hingga fasilitasi diskusi langsung dengan para ahli di bidang energi terbarukan.

Data terbaru menunjukkan bahwa kapasitas energi terbarukan yang telah beroperasi di rantai pasok Apple mencapai 20,7 GW pada 2025. Angka ini mengalami peningkatan dari 18,9 GW pada 2024 dan 10,3 GW pada 2021. Selain itu, konsumsi energi terbarukan oleh para pemasok juga melonjak menjadi 38,3 juta megawatt-jam (MWh) pada tahun lalu, meningkat dari 31,3 juta MWh pada tahun sebelumnya.

Dampak Nyata pada Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

Penggunaan energi terbarukan yang masif oleh para pemasok ini diperkirakan berhasil mencegah emisi lebih dari 26 juta metrik ton gas rumah kaca pada tahun 2025. Angka ini melampaui capaian 21,8 juta ton pada tahun 2024.

Advertisement

Selain itu, upaya penghematan energi bersama pemasok berkontribusi pada pengurangan emisi tambahan sebesar 2 juta ton. Sementara itu, pemanfaatan bahan baku rendah karbon berhasil memangkas 6 juta ton emisi lainnya.

Meskipun terdapat kemajuan signifikan dalam peralihan pemasok ke energi bersih, Apple melaporkan bahwa total emisi gas rumah kaca perusahaan secara keseluruhan tidak mengalami perubahan pada tahun ini. Fenomena ini disebabkan oleh penurunan emisi pada proses manufaktur dan penggunaan produk yang tertutupi oleh kenaikan emisi dari sektor transportasi produk.

Namun demikian, secara agregat, jejak emisi Apple saat ini tercatat 60 persen lebih rendah dibandingkan dengan level emisi pada tahun 2015.

Pencapaian Keberlanjutan Lainnya

Selain fokus pada energi terbarukan, Apple juga menggarisbawahi sejumlah pencapaian keberlanjutan lainnya dalam laporannya.

  • Kemasan Berkelanjutan: Apple berhasil beralih sepenuhnya ke kemasan berbasis serat tahun lalu, memenuhi komitmennya untuk menghilangkan penggunaan plastik dalam kemasan pada 2025.
  • Bahan Daur Ulang: Perusahaan mencapai penggunaan 30 persen bahan daur ulang di seluruh produk yang dikirim pada 2025. Ini mencakup pemanfaatan 100 persen kobalt daur ulang untuk seluruh baterai dan 100 persen unsur tanah jarang daur ulang untuk magnet.
  • Pengelolaan Air: Apple melaporkan keberhasilan memulihkan lebih dari separuh air yang digunakan untuk mendukung operasional kantor global, pusat data, dan toko ritelnya pada 2025.

Sabih Khan, Direktur Operasional Apple, menyatakan, “Di setiap bagian bisnis kami, kami menunjukkan bagaimana inovasi dan kerja sama dapat mengubah ide besar menjadi kemajuan yang nyata. Mulai dari memperbanyak penggunaan bahan daur ulang hingga menghapus plastik dari kemasan kami, kami menetapkan standar baru yang memotivasi kami untuk bekerja lebih keras lagi demi kebaikan manusia dan bumi.”

Advertisement