Tren

Taipan Vietnam Masih di Puncak, Ini 10 Orang Terkaya ASEAN Akhir April 2026

Advertisement

Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) per akhir April 2026, menyoroti pergerakan aset para miliarder di wilayah tersebut. Konglomerat asal Vietnam, Pham Nhat Vuong, masih kokoh di puncak daftar, diikuti oleh sejumlah nama besar dari Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya.

Berdasarkan data yang dipublikasikan pada Selasa (21/4/2026), Pham Nhat Vuong tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar 31,6 miliar dollar AS, setara dengan Rp 540,3 triliun (dengan asumsi kurs Rp 17.100 per dolar AS). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 23,4 persen dibandingkan posisinya di awal April 2026 yang berada di angka 25,6 miliar dollar AS.

Meskipun tahta teratas diduduki oleh pengusaha Vietnam, para konglomerat asal Indonesia menunjukkan dominasi yang kuat dalam daftar ini secara keseluruhan. Salah satu yang menonjol adalah Prajogo Pangestu, yang menduduki posisi kedua orang terkaya di ASEAN.

Daftar Lengkap 10 Orang Terkaya ASEAN Akhir April 2026

Merujuk pada Forbes The Real-Time Billionaires List, berikut adalah daftar lengkap 10 orang terkaya di Asia Tenggara per 21 April 2026:

  1. Pham Nhat Vuong (Vietnam)

    Menempati posisi pertama di Asia Tenggara dan peringkat ke-73 dunia. Kekayaan bersihnya mencapai 31,6 miliar dollar AS (Rp 540,3 triliun). Vuong dikenal melalui Vingroup, dengan lini bisnis yang mencakup real estat, ritel, dan kesehatan. Unit bisnis utamanya seperti VinFast, Vinhomes, dan Vinpearl telah menunjukkan ekspansi global, termasuk VinFast yang melantai di bursa Nasdaq pada 2023.

  2. Prajogo Pangestu (Indonesia)

    Berada di posisi kedua di Asia Tenggara dan peringkat ke-96 dunia dengan kekayaan sekitar 26 miliar dollar AS (Rp 444,6 triliun). Ia adalah pemilik Grup Barito Pacific, yang memiliki portofolio bisnis di sektor petrokimia, energi terbarukan, pertambangan batu bara, dan infrastruktur.

  3. Dhanin Chearavanont (Thailand)

    Pemilik Charoen Pokphand Group ini menempati peringkat ke-152 dunia dengan kekayaan 18,5 miliar dollar AS (Rp 316,3 triliun). Perusahaannya merupakan salah satu raksasa agribisnis terbesar di dunia.

  4. Low Tuck Kwong (Indonesia)

    Menduduki peringkat ke-161 dunia dengan kekayaan 17,9 miliar dollar AS (Rp 306,1 triliun). Kekayaannya mengalami kenaikan sekitar 1,4 miliar dollar AS (Rp 23,9 triliun). Low Tuck Kwong adalah pendiri Bayan Resources dan dikenal sebagai tokoh kunci dalam industri pertambangan batu bara.

  5. R. Budi Hartono (Indonesia)
    Advertisement

    Pemilik Bank Central Asia (BCA) ini berada di peringkat ke-167 dunia dengan kekayaan 17,3 miliar dollar AS (Rp 295,8 triliun). Ia secara konsisten masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dan ASEAN selama bertahun-tahun.

  6. Sarath Ratanavadi (Thailand)

    Pendiri dan CEO Gulf Energy Development ini menempati peringkat ke-173 dunia dengan kekayaan 16,7 miliar dollar AS (Rp 285,6 triliun). Dikenal sebagai “raja energi” Thailand, bisnisnya berfokus pada sektor pembangkit listrik dan infrastruktur.

  7. Jason Chang (Singapura)

    Sebagai Ketua ASE Technology Holding, ia merupakan salah satu individu terkaya di Singapura. Peringkat dunianya adalah ke-175 dengan kekayaan 16,6 miliar dollar AS (Rp 283,9 triliun).

  8. Enrique Razon Jr. (Filipina)

    Chairman dan CEO International Container Terminal Services Inc. (ICTSI) ini dijuluki “raja pelabuhan”. Kekayaannya mencapai 15,6 miliar dollar AS (Rp 266,8 triliun), menempatkannya di peringkat ke-185 dunia.

  9. Robert Kuok (Malaysia)

    Pendiri Kuok Group ini memiliki kekayaan sekitar 14 miliar dollar AS (Rp 239,4 triliun). Ia juga dikenal sebagai pendiri jaringan hotel Shangri-La Hotels and Resorts.

  10. Anthoni Salim (Indonesia)

    Memimpin Salim Group yang bergerak di berbagai sektor seperti makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi, dan energi. Ia berada di peringkat ke-260 dunia dengan kekayaan 11,9 miliar dollar AS (Rp 203,5 triliun).

Daftar ini menggarisbawahi dominasi pengusaha dari Indonesia dan Thailand di jajaran miliarder Asia Tenggara. Sektor energi, perbankan, pertambangan, dan infrastruktur terus menjadi sumber kekayaan utama bagi para individu teratas di kawasan ini.

Advertisement