Megapolitan

Penarikan Motor Berujung Bentrok, Warga dan Matel Saling Lempar di Cakung Jaktim

Advertisement

Cakung, Jakarta Timur – Ketegangan antara kelompok mata elang (matel) atau debt collector dan warga di Cakung, Jakarta Timur, pecah pada Rabu (22/4/2026). Insiden yang berujung pada saling lempar batu ini diduga dipicu oleh upaya penarikan sepeda motor yang menunggak pembayaran.

Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, konflik bermula ketika pihak matel mencoba menarik sepeda motor milik warga yang menunggak. Namun, situasi memanas ketika motor tersebut berhasil dibawa kembali oleh pemiliknya.

“Padahal motor sudah dibawa lho (sama yang nunggak), orang itu masih ini balas dendam gitu lho. Kalau motor ditahan, wajar mungkin marah,” ujar Yola, warga sekitar, kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Yola menambahkan, setelah sepeda motor berhasil direbut kembali oleh pemiliknya, pihak matel kembali mendatangi lokasi dengan membawa massa. Kedatangan mereka memicu provokasi yang berujung pada bentrokan.

“Itu massa balik lagi dateng provokasi gitu, nantangin, ‘ayo, ayo kalau berani’. Itu awalnya dari matel pada diem enggak melawan, awalnya,” ungkap Yola.

Situasi seketika berubah mencekam. Yola mengaku segera menutup tokonya karena khawatir menjadi korban amukan massa. Lemparan batu pun terjadi di sekitar lokasi kejadian.

Advertisement

“Lempar-lemparan batu, alhamdulilah mereka (matel) masih jagain toko-toko di sini jadi enggak sampai rusak kan,” tuturnya.

Polisi Turun Tangan

Menyikapi bentrokan tersebut, aparat kepolisian segera turun tangan untuk melerai kedua belah pihak. Upaya ini berhasil meredakan situasi dan mencegah konflik meluas.

Setelah situasi terkendali, aktivitas warga di wilayah tersebut berangsur kembali normal.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, lokasi kejadian dan kantor leasing yang diduga menjadi sasaran serangan terlihat tertutup pada Rabu sore. Namun, menjelang petang, aktivitas warga sudah kembali seperti biasa dan tidak tampak sisa-sisa bentrokan.

Advertisement