Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana angkat bicara terkait isu anggaran teknologi informasi (IT) yang disebut mencapai Rp 1,2 triliun. Anggaran tersebut rencananya akan dialokasikan untuk Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) serta layanan terkelola untuk sarana IT dan Internet of Things (IoT).
Dadan menegaskan bahwa pemilihan mitra strategis dan penggunaan anggaran pada tahun anggaran 2025 telah melalui pengawasan ketat dan mengacu pada regulasi yang berlaku.
“Keterlibatan Perum Peruri (PERURI) dalam program strategis ini adalah langkah terintegrasi negara. Perlu ditegaskan bahwa PERURI telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security,” ujar Dadan, dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, keterlibatan PERURI sejalan dengan mandat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2019. Peraturan tersebut memberikan wewenang kepada PERURI sebagai penyedia solusi digital sekuriti bagi instansi pemerintah.
Lebih lanjut, status PERURI sebagai GovTech Indonesia berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2023 menjadi alasan utama lembaga ini dipercaya mengelola transformasi digital nasional (SPBE).
“Seluruh proses kerja sama dengan BGN dijalankan secara transparan, sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG),” tutur Dadan.
Ia memastikan tidak ada celah bagi terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran ini, mengingat pentingnya kedaulatan data gizi rakyat Indonesia.
Dadan merinci, dari pagu anggaran yang tersedia, realisasi saat ini dialokasikan untuk dua kebutuhan krusial.
“Pertama, pengembangan aplikasi SIPGN yang mencakup berbagai modul, dengan kisaran nilai Rp 550 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, anggaran kedua dialokasikan untuk penyediaan layanan managed service perangkat IoT dengan kisaran nilai sebesar Rp 199 miliar.
Menanggapi pertanyaan publik terkait isu teknis pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Dadan memastikan bahwa setiap tahapan administrasi tetap berjalan dalam koridor hukum.
“BGN berkomitmen agar sistem SIPGN dan layanan IoT ini dapat segera beroperasi maksimal untuk memastikan distribusi gizi tepat sasaran dan dapat dipantau secara real-time,” tandas Dadan.






