Regional

Wisatawan Kerap Kecelakaan, Jalur Maut Denpasar–Lovina di Tigawasa Buleleng Dipasang Guardrail

Advertisement

BULELENG, KOMPAS.com – Menjawab kekhawatiran tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang kerap merenggut korban, khususnya wisatawan, Pemerintah Kabupaten Buleleng akhirnya memasang pagar pengaman jalan atau guardrail di jalur Denpasar-Lovina melalui Tigawasa, Kecamatan Banjar. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir insiden di salah satu ruas jalan yang sering direkomendasikan aplikasi peta digital.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, menjelaskan bahwa pemasangan guardrail ini merupakan bentuk bantuan teknis yang diterima dari Kementerian Perhubungan. “Karena di sana sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Usulan kami akhirnya diterima, dan sudah dilakukan pengecekan. Akan segera dipasang dalam waktu dekat,” ujar Gunawan pada Selasa (21/4/2026).

Ancaman Jalur Berliku dan Curam

Ruas jalan Kaliasem–Tigawasa yang memiliki panjang 212 meter ini merupakan bagian dari jalur alternatif Denpasar–Lovina. Kondisi geografisnya yang berliku, curam, serta minimnya fasilitas pengaman telah menjadi catatan tersendiri sebagai biang keladi kecelakaan. Tak jarang, jalur ini memakan korban, baik dari kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan yang kurang familiar dengan karakteristik jalan tersebut.

“Ruas ini banyak memakan korban, baik masyarakat Buleleng maupun wisatawan yang kurang mengenal karakter jalan,” ungkap Gunawan.

Data yang dihimpun mencatat beberapa insiden tragis yang pernah terjadi di jalur ini:

Advertisement

  • Pada Juni 2023, sebuah rombongan wisatawan asal Rusia dilaporkan mengalami kecelakaan hingga terjun ke jurang sedalam sekitar 25 meter.
  • Mei 2024, seorang warga negara asing asal Inggris dilaporkan tewas dalam kecelakaan saat melintas di jalur yang sama dalam perjalanan menuju Lovina dari Denpasar.
  • Desember 2024, seorang ibu dilaporkan meninggal dunia setelah mobil yang ditumpanginya bersama keluarga mengalami kecelakaan, diduga akibat mengikuti petunjuk aplikasi peta digital.

Anggaran dan Harapan Peningkatan Keamanan

Pemasangan guardrail ini menelan anggaran sekitar Rp 2,4 miliar. Selain di ruas Kaliasem–Tigawasa, bantuan perlengkapan jalan ini juga mencakup beberapa titik lain, seperti Selat–Asah Gobleg dan Cempaga.

Gunawan menambahkan, usulan pemasangan guardrail sebenarnya telah diajukan sejak tahun 2024 dan 2025. Namun, prosesnya sempat tertunda akibat rasionalisasi anggaran. Setelah dilakukan penyusunan ulang rencana anggaran biaya (RAB) dan pengajuan kembali, usulan tersebut akhirnya disetujui oleh Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

“Harapannya bisa meningkatkan keamanan pengguna jalan,” ucap Gunawan. Ia memastikan bahwa pemasangan guardrail dilakukan di area badan jalan tanpa menggunakan lahan milik warga.

Advertisement