Otomotif

Tes Lengkap Polytron Fox 350, Skuter Listrik Bongsor yang Serba Pas

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Polytron kembali hadir di pasar kendaraan listrik roda dua dengan meluncurkan varian terbarunya, Fox 350. Model ini disebut sebagai penyempurnaan dari pendahulunya, Fox R, dengan fokus pada kebutuhan komuter di Indonesia.

Perubahan paling kentara terlihat pada desainnya. Fox 350 kini mengusung aura “Big Scooter” yang lebih kuat, dengan bodi depan yang lebih tebal, bongsor, dan tegak. Visor depan yang lebih besar turut mempertegas kesan proporsional.

Sektor pencahayaan juga mendapatkan pembaruan. Lampu utama kini menggunakan teknologi full LED dengan desain yang lebih tajam. Lampu senja hadir dalam bentuk LED bar yang menyiku. Bagian pelek juga didesain ulang dengan warna hitam solid, memberikan nuansa yang lebih garang dibandingkan model sebelumnya yang menggunakan skema dual tone.

Spesifikasi dan Fitur Unggulan

Di balik tampilannya, Fox 350 dibekali motor listrik hub drive yang mampu menghasilkan tenaga puncak 6.409 Watt. Torsi instannya mencapai 187 Nm, memberikan akselerasi yang responsif.

Sumber tenaganya berasal dari baterai LiFePO4 berkapasitas 3,75 kWh (72V 52Ah). Polytron mengklaim baterai ini mampu membawa pengendara menempuh jarak hingga 130 km dalam sekali pengisian daya.

Untuk menunjang kenyamanan dan keamanan berkendara, Fox 350 dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Mulai dari cruise control, hill start assist, regenerative braking, hingga sistem penguncian tanpa kunci atau keyless.

Impresi Berkendara: Ergonomi Jauh Lebih Baik

Salah satu poin penting yang direvisi pada Fox 350 adalah area dek kaki. Bagian ini dibuat lebih rendah, memberikan posisi duduk yang lebih natural bagi pengendara dengan tinggi badan 178 cm. Pengalaman berkendara terasa tidak lagi seperti “jongkok”.

Advertisement

Dalam pengujian yang dilakukan pada rute Jakarta-Bogor, mode ‘D’ menawarkan efisiensi yang baik dengan kecepatan puncak sekitar 60 km/jam. Sementara itu, mode ‘S’ memberikan respons yang lebih instan, mampu mencapai kecepatan hingga 90 km/jam.

Meskipun bantingan suspensi masih terasa sedikit keras saat menghantam lubang, jok yang empuk dan tebal cukup membantu meredam guncangan. Secara keseluruhan, handling skuter listrik ini tergolong lincah, sangat cocok untuk bermanuver di tengah kemacetan perkotaan.

Biaya Kepemilikan: Efisiensi Maksimal

Polytron menjamin layanan purna jual yang tersebar di lebih dari 60 titik servis di seluruh Indonesia. Menariknya, biaya pajak tahunan untuk motor listrik ini tergolong sangat minim, hanya sekitar Rp 35.000 untuk biaya SWDKLLJ.

Berikut adalah rincian perkiraan total biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership) dengan skema sewa baterai senilai Rp 200.000 per bulan:

  • Biaya Servis: Minimalis, tidak memerlukan penggantian oli atau busi. Pengecekan rutin disarankan setiap 6 bulan. Biaya kampas rem sekitar Rp 40.000 dan ban sekitar Rp 500.000 di service center resmi.
  • Biaya Listrik: Diperkirakan sekitar Rp 790.973 per tahun, dengan asumsi penggunaan 50 km per hari.
  • Total Biaya Tahunan: Sekitar Rp 3.225.973.
  • Rincian Biaya Harian: Sekitar Rp 8.838 per hari.

Dengan biaya operasional harian yang diproyeksikan di bawah Rp 10.000, Polytron Fox 350 menawarkan kehematan yang signifikan dibandingkan motor bensin sekelasnya, yang diperkirakan membutuhkan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) sekitar Rp 14.000-an per hari.

Kombinasi desain yang proporsional, fitur-fitur yang fungsional, serta efisiensi operasional yang tinggi menjadikan Polytron Fox 350 sebagai pilihan yang rasional bagi para komuter.

Advertisement