Hype

3 Kali Ganti Judul, Ashanty Menangis Lega Akhirnya Lulus Ujian Tertutup S3

Advertisement

Penyanyi Ashanty tak kuasa menahan haru dan tangis lega setelah berhasil lolos dari ujian tertutup program doktoral (S3) di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Meski masih ada tahapan ujian terbuka yang menanti, momen kelulusan ujian tertutup ini menjadi pelepas dahaga setelah perjuangan panjang.

“Aku berhasil,” ujar Ashanty dengan suara bergetar, dilansir dari tayangan di kanal YouTube The Hermansyah A6. Air mata tak terbendung membasahi pipinya usai menyelesaikan sidang tertutup yang menegangkan.

Perjuangan di Balik Layar

Di balik senyum kelegaan, Ashanty mengakui perjuangannya tak mudah. Ia mengungkapkan bahwa proses pendidikannya diwarnai dengan berbagai tantangan, termasuk revisi berkali-kali dan perubahan judul disertasi.

“Lima kali sidang seminar, aku tiga kali ganti judul di awal itu,” ungkap Ashanty, menceritakan betapa berlikunya perjalanan meraih gelar S3. Ia menambahkan, “Temanku sebagian udah pada wisuda, dua bulan lalu. Aku tiga kali ganti judul, revisi banyak banget catetannya, sekolah hampir empat tahun.”

Beban tugas akhir semakin berat lantaran harus diselesaikan di tengah kesibukan profesinya sebagai seorang penyanyi. Revisi dari setiap ujian yang dilalui menambah daftar panjang kesulitannya.

“Ada hal-hal yang aku enggak share ke publik,” tutur Ashanty. Ia tak pernah terbuka mengenai tingkat stres, rasa down, hingga momen harus menjalani infus karena kelelahan. Semua perjuangan itu ia simpan sendiri.

Advertisement

Menyongsong Ujian Terbuka

Kini, dengan kelulusan ujian tertutup, Ashanty merasa beban berat terangkat. Ia hanya menyisakan satu tahapan lagi, yaitu ujian terbuka, yang rencananya akan dihadiri oleh anak-anaknya untuk memberikan dukungan.

“Sebenarnya ini udah akhir banget, cuma belum dibilang resmi kalau belum ujian terbuka,” jelas Ashanty. “Itu aku ngundang anak-anak, buat bisa mensupport, terima speech aku,” imbuhnya.

Disertasi tentang Transformasi Digital

Ashanty menyelesaikan pendidikan S3-nya dengan judul disertasi yang relevan dengan perkembangan zaman: “Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X Terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia.”

Perjalanan akademis Ashanty memang patut diapresiasi. Sebelumnya, ia telah meraih gelar sarjana (S1) Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Paramadina pada tahun 2005. Kemudian, pada tahun 2018, ia menyelesaikan jenjang magister (S2) di Universitas Bina Nusantara jurusan Manajemen. Kini, sejak tahun 2023, ia menempuh pendidikan S3 di UNAIR Surabaya dengan fokus pada jurusan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Advertisement