JAKARTA, KOMPAS.com – Segmen motor touring memegang peranan penting dalam pasar Harley-Davidson di Indonesia. Varian Road Glide secara spesifik muncul sebagai model yang paling banyak diburu konsumen domestik, mengungguli lini produk lainnya yang ditawarkan. Dominasi ini didorong oleh karakteristik penggunaan sepeda motor mewah tersebut di Tanah Air yang cenderung untuk perjalanan jarak jauh.
Operations Director JLM Auto Indonesia, Irvino Edwardly, menjelaskan bahwa perusahaan telah menghadirkan jajaran produk Harley-Davidson yang komprehensif untuk memenuhi berbagai preferensi pasar. Lini produk tersebut mencakup segmen Touring, seperti Street Glide, Road Glide, dan CVO; segmen Cruiser yang meliputi Fat Boy, Low Rider, Street Bob, Heritage Classic, dan Breakout; segmen Adventure dengan Pan America; serta segmen Sport yang diwakili oleh Nightster dan Sportster.
Seleksi model yang dihadirkan ke pasar Indonesia, menurut Irvino, dilakukan berdasarkan analisis minat konsumen. “Strategi tersebut menunjukkan bahwa tidak semua model global langsung diboyong ke Indonesia. Seleksi dilakukan berdasarkan minat pasar,” ujarnya.
Dari seluruh rangkaian produk tersebut, segmen touring terbukti menjadi tulang punggung penjualan. Irvino mengonfirmasi bahwa Harley-Davidson Road Glide menjadi varian yang paling diminati konsumen Indonesia.
“Paling diminati tetap di Road Glide. Iya, tahun lalu itu yang paling sangat diminati tentunya dari varian Road Glide. Mungkin disusul dengan varian Fat Boy dan juga varian Street Glide,” ujar Irvino kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/4/2026).
Lebih lanjut, Irvino merinci bahwa segmen Touring secara keseluruhan, yang mencakup varian seperti Road Glide, Street Glide, Road Glide Limited, dan Street Glide Limited, menyumbang porsi sekitar 60 persen dari total penjualan seluruh produk Harley-Davidson di Indonesia. “Yang terbesar itu memang Touring segmen yang terdiri dari Road Glide, Street Glide, Road Glide Limited, Street Glide Limited, itu coverage-nya sekitar 60 persen dari seluruh produk. Memang mayoritas adalah Touring,” ungkapnya.
Dominasi segmen touring ini, kata Irvino, bukan tanpa alasan mendasar yang terkait dengan preferensi pengguna di Indonesia. Berbeda dengan penggunaan di negara lain yang mungkin lebih berfokus pada mobilitas harian perkotaan, konsumen Harley-Davidson di Indonesia cenderung menggunakan motor tersebut untuk perjalanan jarak jauh.
“Tapi yang paling dinikmati. Sebenarnya bukan karena harganya sih, tapi lebih ke arah majority daripada kegunaan Harley-Davidson di Indonesia kan lebih ke arah untuk banyak dari mereka digunakan untuk jarak jauh,” jelas Irvino.
Ia menambahkan, kenyamanan yang ditawarkan oleh motor bergaya touring sangat esensial bagi para pemilik yang gemar melakukan perjalanan jauh. “Jadi untuk touring, kegunaan mereka untuk hobinya mereka bukan untuk kegunaan di dalam kota. Karena untuk berjalan jarak jauh tentunya motor touring itu pasti lebih nyaman karena memang diperuntukkan untuk jarak jauh,” pungkasnya.






