Otomotif

Biaya Bahan Baku Plastik Naik, Harley-Davidson Masih Tahan Harga

Advertisement

JAKARTA, Kompas.com – Kenaikan harga bahan baku plastik yang mulai menjadi perhatian di industri otomotif, sejauh ini belum berdampak langsung pada harga jual sepeda motor Harley-Davidson di Indonesia. Merek motor mewah ini masih berupaya menahan penyesuaian harga meskipun material tersebut memegang peranan penting dalam konstruksi motor modern.

Operations Director JLM Auto Indonesia, Irvino Edwardly, menyatakan bahwa pihaknya belum melakukan penyesuaian harga jual terkait lonjakan biaya bahan baku plastik. “Saat ini kami belum menyesuaikan dengan tadi (kenaikan biaya bahan baku plastik). Kalau misalnya tentunya ini yang sesaat ini harga built up apa yang kita buat tentunya dengan kondisi saat ini,” ujar Irvino di Jakarta pada Sabtu (20/4/2026).

Ia menegaskan bahwa perhitungan harga jual saat ini masih mengacu pada biaya yang berlaku tanpa penyesuaian langsung akibat kenaikan harga plastik. Namun, Irvino mengakui bahwa ada faktor lain yang justru lebih terasa dampaknya, yaitu fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

“Faktor utama yang sekarang sedikit memengaruhi tentunya forex (kurs mata uang asing). Walaupun kita masih bisa maintain atau kita naikkan sedikit supaya Harley ini bisa tetap aksesibel, tapi tentunya dengan forex itu sendiri yaitu sesuatu yang di luar daripada kemampuan kita,” jelas Irvino.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun tekanan dari sisi bahan baku mulai muncul, variabel eksternal seperti kurs mata uang asing masih menjadi penentu utama dalam pembentukan harga sepeda motor Harley-Davidson di pasar Indonesia.

Advertisement

Harga Harley-Davidson di Segmen Premium

Di pasar Indonesia, harga sepeda motor Harley-Davidson memang berada di segmen premium. Per April 2026, banderolnya berkisar mulai dari Rp 400 jutaan hingga mencapai Rp 1,3 miliar, tergantung pada model dan kebijakan diler.

Untuk model entry-level seperti Harley-Davidson Sportster S dan Harley-Davidson Nightster, harga ditawarkan mulai Rp 400 jutaan hingga Rp 600 jutaan. Sementara itu, lini Touring yang menjadi favorit konsumen, seperti Harley-Davidson Road Glide dan Harley-Davidson Street Glide, dipasarkan di kisaran Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,3 miliar.

Dengan kondisi tersebut, Harley-Davidson tampaknya masih berupaya menjaga harga tetap kompetitif di tengah potensi tekanan biaya produksi. Kenaikan harga bahan baku plastik memang berpotensi memengaruhi biaya produksi, namun sejauh ini belum menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian harga kepada konsumen.

Advertisement