Regional

Siswa Disabilitas yang Ditendang Kepala Sekolah di Manggarai Timur Akhirnya Sekolah Lagi

Advertisement

MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com – Pelajar disabilitas berinisial PQJ (14) yang sebelumnya dikeluarkan dari sekolah menengah pertama (SMP) di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, akhirnya dapat melanjutkan pendidikannya. Keputusan ini diambil setelah dua minggu ia tidak lagi bersekolah akibat insiden yang melibatkan dirinya dan pihak sekolah.

Kembalinya PQJ ke bangku sekolah dimungkinkan berkat mediasi yang dilakukan oleh komite sekolah. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah dan keluarga PQJ sepakat untuk berdamai.

“Adik diterima lagi untuk sekolah. Kepala sekolah juga sudah minta maaf kepada adik dan ibunya,” ujar kerabat PQJ, HK (39), kepada Kompas.com pada Selasa (21/4/2026).

PQJ dijadwalkan kembali mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar di kelas VIII SMP tersebut mulai hari ini, Rabu (22/4/2026). Remaja yang memiliki keterbatasan fisik pada kakinya itu memilih untuk tetap bersekolah di tempat yang sama karena merupakan sekolah terdekat dari kediamannya.

“Sekolah yang paling dekat dari rumahnya, memang hanya sekolah ini,” pungkas HK.

Advertisement

Sebelumnya diberitakan, PQJ dikeluarkan dari sekolahnya pada Rabu (15/4/2026). Pengeluaran ini terjadi setelah insiden yang berawal dari teguran kepala sekolah terkait perkelahian berebut topi di belakang saat pengumuman berlangsung.

“Katanya saat kepala sekolah kasih pengumuman, mereka di belakang berebutan topi. Ditegur lalu dipanggil ke depan. Saat ditanya guru, mereka diam. Dia dan temannya dipukul lalu dihukum berlutut di belakang,” tutur HK menceritakan kronologi kejadian kepada Kompas.com.

Dengan kondisi kaki PQJ yang tidak normal, ia berlutut dengan posisi miring dan bersandar pada kursi. Kondisi ini kemudian memicu tindakan kekerasan dari kepala sekolah yang mendekatinya dan menendang, yang mengenai bagian kakinya.

“Di situ dia histeris kemudian memaki,” tambah HK menguraikan reaksi PQJ setelah ditendang.

Advertisement