Global

Ada Peran Pakistan Lagi dalam Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

Advertisement

WASHINGTON DC — Perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran ternyata tak lepas dari peran diplomatik Pakistan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan tersebut, Selasa (21/4/2026) malam, menyebutkan adanya permintaan khusus dari otoritas Pakistan yang menjadi faktor penentu. Permintaan itu, menurut Trump, datang langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, bersama dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

Dalam unggahannya di platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan, “Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sedang mengalami keretakan yang serius, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, kami diminta untuk menunda serangan terhadap Iran.”

Trump tidak merinci durasi pasti perpanjangan gencatan senjata tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa perpanjangan ini berlaku hingga Iran mengajukan usulan konkret. Meskipun demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengendurkan tekanan militer. Ia memastikan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan.

“Saya telah menginstruksikan militer kami untuk melanjutkan blokade, dan dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu,” tulis Trump di Truth Social. “Dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara,” lanjutnya.

Advertisement

Respons Pakistan dalam Upaya Diplomatik

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyambut baik keputusan Trump. Melalui akun media sosial X, Sharif mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas penerimaan permintaan perpanjangan gencatan senjata tersebut. Ia menilai langkah ini “memungkinkan upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk berjalan sebagaimana mestinya.”

Sharif berharap kedua belah pihak dapat terus mematuhi gencatan senjata hingga tercapai kesepakatan damai. Ia juga menyatakan kesiapan Pakistan untuk menjadi tuan rumah perundingan damai putaran kedua antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, dengan tujuan mengakhiri konflik secara permanen.

Peran Pakistan dalam mediasi ini bukan kali pertama. Sebelumnya, Pakistan juga disebut sebagai kunci di balik disepakatinya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran pada 8 April. Pada saat itu, Trump juga mengidentifikasi Sharif dan Asim Munir sebagai tokoh sentral dalam pencapaian kesepakatan tersebut.

Advertisement