MADINAH – Jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan mulai mendarat di Arab Saudi hari ini, Rabu (22/4/2026). Dua kelompok terbang (kloter) awal yang dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah adalah jemaah asal Yogyakarta dan Jakarta.
Kloter pertama, yakni Kloter 1 Yogyakarta (YIA), membawa 360 jemaah. Penerbangan dengan pesawat Garuda Indonesia nomor GA 6501 ini telah lepas landas dari Indonesia pada Selasa (21/4/2026) pukul 23.40 WIB dan diperkirakan tiba di Madinah pada Rabu (22/4/2026) pukul 06.15 Waktu Arab Saudi.
Menyusul setelahnya adalah jemaah haji asal Jakarta Pondok Gede (JKG). Kloter ini terdiri dari 393 orang dan menggunakan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 7301. Dijadwalkan lepas landas pada Rabu (22/4/2026) pukul 00.45 WIB, pesawat ini diperkirakan tiba di Bandara Madinah pada pukul 06.50 Waktu Arab Saudi.
Keistimewaan bagi jemaah asal Jakarta Pondok Gede adalah mereka akan memanfaatkan fasilitas fast track. Fasilitas ini memungkinkan jemaah untuk langsung keluar dari bandara menuju bus tanpa harus melalui antrean pemeriksaan imigrasi di Bandara Madinah.
Alur Kedatangan Jemaah di Bandara
Jemaah yang menggunakan fasilitas fast track akan diarahkan keluar melalui terminal khusus. Proses ini ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari 30 menit sebelum jemaah melanjutkan perjalanan menuju hotel.
Sementara itu, jemaah non-fast track akan tetap mengikuti prosedur pemeriksaan imigrasi dan pemeriksaan X-ray seperti biasa sebelum diarahkan menuju bus.
Perubahan juga terjadi pada sistem penanganan koper jemaah haji tahun ini. Berbeda dari tahun sebelumnya yang koper dikeluarkan melalui Terminal Internasional, kini seluruh koper jemaah akan diserahkan melalui satu gedung khusus yang didedikasikan untuk bagasi dan kargo.
Fasilitas untuk Jemaah Lansia
Dari total 360 jemaah asal Yogyakarta, sebanyak 180 orang berusia di atas 60 tahun. Untuk mengakomodasi kebutuhan jemaah lansia, tersedia berbagai fasilitas di bandara, termasuk kursi roda dan mobil golf yang dapat digunakan secara gratis untuk mobilitas.
Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bandara juga telah disiagakan untuk membantu mendorong kursi roda hingga ke bus. Selain itu, petugas khusus untuk jemaah lansia dan disabilitas akan membantu jemaah risiko tinggi (risti) selama proses kedatangan.
Upaya ini sejalan dengan semangat Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang mengusung tagline ‘Haji Ramah Lansia dan Perempuan’.
Jemaah haji gelombang pertama ini dijadwalkan akan berada di Madinah selama kurang lebih sembilan hari.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan 118 hotel yang tersebar di tiga wilayah Madinah, yaitu Syamalia (utara), Janubiyah (selatan), dan Gharbiyah (barat), untuk menampung sekitar 103.000 jemaah haji gelombang pertama. Untuk layanan transportasi, sebanyak 15 perusahaan telah menyediakan 6.000 bus. Sementara itu, kebutuhan konsumsi jemaah akan dipenuhi oleh 23 dapur katering yang menyajikan masakan bercita rasa Nusantara.






