Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menghadirkan karya terbarunya, sebuah drama bertajuk “Para Perasuk”, yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis, 23 April 2026. Film produksi Rekata Studio ini mencuri perhatian lantaran mengangkat premis unik tentang tradisi kerasukan dan menandai debut layar lebar penyanyi internasional Anggun C. Sasmi.
Film ini berlatar di Desa Latas, sebuah permukiman kecil yang hidup dengan tradisi “pesta kerasukan”. Ritual yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi denyut kehidupan sekaligus hiburan utama bagi masyarakat setempat. Namun, tradisi ini terancam ketika mata air keramat, tempat para perasuk mencari roh, berhadapan dengan ancaman penggusuran demi kepentingan pembangunan.
Di tengah ancaman tersebut, seorang pemuda desa bernama Bayu, yang diperankan oleh Angga Yunanda, bertekad untuk mengambil peran penting. Bayu memiliki ambisi untuk menjadi “Perasuk Utama” dan memimpin sebuah pesta kerasukan berskala besar. Tujuannya jelas: mengumpulkan dana dari para pengunjung untuk menebus kembali mata air keramat dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Namun, dalam perjalanannya, Bayu mulai menyadari bahwa ambisi semata tidak cukup untuk membentuknya menjadi perasuk sejati atau penyelamat bagi desa yang ia cintai.
Daftar Pemain yang Membintangi “Para Perasuk”
Film ini didukung oleh jajaran aktor dan aktris ternama, di antaranya:
- Angga Yunanda
- Anggun C. Sasmi
- Maudy Ayunda
- Indra Birowo
- Bryan Domani
- Chicco Kurniawan
- Ganindra Bimo
Detail Produksi dan Harapan Penayangannya
Selain sebagai sutradara, Wregas Bhanuteja juga terlibat dalam penulisan naskah film ini bersama Alicia Angelina dan Defi Mahendra. Posisi produser diisi oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi, dengan aktris Cinta Laura Kiehl turut serta sebagai salah satu produser eksekutif.
Dengan durasi tayang selama 1 jam 59 menit, “Para Perasuk” menjanjikan sebuah drama yang intens dengan gejolak emosi. Film ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi penonton mengenai hubungan kompleks antara tradisi, ambisi pribadi, dan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran.






