Personel grup idola K-pop WINNER, Song Min Ho atau yang akrab disapa Mino, menghadapi tuntutan hukum terkait pelaksanaan wajib militer (wamil) di Korea Selatan. Jaksa penuntut menuntut hukuman penjara selama satu tahun enam bulan atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Dinas Militer.
Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang perdana yang digelar di Divisi Kriminal 10 Pengadilan Distrik Barat Seoul pada Selasa (21/4/2026). Dalam persidangan, Mino hadir secara langsung dan menyampaikan permohonan maaf di hadapan majelis hakim.
“Saya sangat menyesali perbuatan saya. Dengan tulus, saya memohon maaf karena telah mengecewakan banyak orang. Saya akan menaati seluruh proses hukum dengan baik,” ujar Mino dalam pernyataannya.
Mino terdaftar sebagai petugas pelayanan publik sejak 24 Maret 2023 hingga 23 Desember 2024. Namun, hasil investigasi jaksa menemukan bahwa pria berusia 33 tahun ini diketahui mangkir dari tugasnya tanpa izin resmi selama total 102 hari dari sekitar 430 hari masa kerja yang diwajibkan.
Pelantun lagu “FiancĂ©” itu mengakui seluruh dakwaan yang dijatuhkan kepadanya. Melalui kuasa hukumnya, Mino menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut terjadi karena kondisi kesehatan mental dan fisiknya yang tidak stabil.
Kondisi Kesehatan Jadi Alasan
Menurut keterangan kuasa hukumnya, Mino dilaporkan mengidap gangguan bipolar dan serangan panik. Selain itu, ia juga mengalami rasa sakit luar biasa akibat masalah pada piringan sendi lehernya.
Dalam pernyataan terakhirnya di persidangan, Mino mengungkapkan penyesalan mendalam dan memohon kesempatan untuk menebus kesalahannya. Ia berharap dapat mengulang masa dinas militernya.
“Saat ini saya tengah menjalani perawatan dengan intensif. Saya berharap dapat memulihkan kesehatan saya sesegera mungkin, dan jika diberi kesempatan untuk mendaftar kembali, saya akan menyelesaikan kewajiban saya dengan sungguh-sungguh sampai akhir,” ungkapnya.
Laporan Investigasi Ungkap Kejanggalan
Kasus ini bermula dari laporan investigasi yang mengungkap kejanggalan jadwal kerja Mino. Ia dilaporkan sering menggunakan izin sakit, namun justru terlihat sedang berlibur dan berkemah di kawasan Sokcho serta Yangyang.
Pihak Administrasi Tenaga Kerja Militer kemudian meneruskan kasus ini ke kepolisian. Laporan tersebut diperkuat dengan bukti forensik dari telepon genggam serta catatan GPS lokasi sang artis.
Selain Mino, seorang pengawas layanan militer juga ikut didakwa dalam kasus yang sama. Namun, pengawas tersebut membantah tuduhan keterlibatan dalam membantu Mino menghindari tugas wamilnya.
Pengadilan dijadwalkan akan segera menjatuhkan putusan akhir dalam beberapa pekan mendatang.






