Stasiun Gambir mencatatkan diri sebagai titik keberangkatan favorit turis asing untuk perjalanan kereta api jarak jauh sepanjang Triwulan I 2026. Data menunjukkan sebanyak 20.881 wisatawan mancanegara memilih stasiun ini sebagai awal perjalanan mereka.
Secara keseluruhan, total penumpang turis asing yang menggunakan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir pada periode yang sama mencapai 129.105 pelanggan. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
“Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya.
Anne menjelaskan bahwa tren peningkatan jumlah turis asing yang memilih kereta api jarak jauh menunjukkan pertumbuhan yang stabil dari tahun ke tahun. Pada Triwulan I 2022, tercatat 26.225 wisatawan mancanegara. Angka ini kemudian melonjak menjadi 103.722 pada 2023, naik lagi ke 121.329 pada 2024, 128.933 pada 2025, dan akhirnya mencapai 129.105 pada tahun ini.
“Perjalanan dengan kereta api makin sering masuk dalam rencana wisata mereka,” ungkap Anne.
Menurutnya, berbagai perbaikan pada layanan kereta api jarak jauh selama lima tahun terakhir turut berkontribusi pada peningkatan minat turis asing. Perubahan tersebut meliputi kenyamanan kereta api, kemudahan proses pembelian tiket, hingga ketepatan waktu perjalanan.
“Semua ini, tambah Anne, ikut membentuk pengalaman yang lebih menyenangkan dari awal berangkat sampai tiba di tujuan.”
Stasiun Keberangkatan Turis Asing Terfavorit
Pergerakan turis asing yang menggunakan moda transportasi kereta api jarak jauh cenderung terkonsentrasi di beberapa stasiun besar di Indonesia. Berikut adalah daftar 10 stasiun kereta api dengan jumlah keberangkatan turis asing tertinggi pada Triwulan I 2026:
- Stasiun Gambir: 20.881 pelanggan
- Stasiun Yogyakarta: 17.912 pelanggan
- Stasiun Bandung: 11.371 pelanggan
- Stasiun Pasar Senen: 7.691 pelanggan
- Stasiun Surabaya Gubeng: 6.481 pelanggan
- Stasiun Semarang Tawang: 4.875 pelanggan
- Stasiun Malang: 3.516 pelanggan
- Stasiun Surabaya Pasar Turi: 3.271 pelanggan
- Stasiun Cirebon: 3.138 pelanggan
- Stasiun Solo Balapan: 2.764 pelanggan
Daya Tarik Perjalanan Kereta Api Bagi Turis Asing
Lokasi stasiun kereta api jarak jauh di Pulau Jawa yang strategis dan berdekatan dengan objek wisata populer menjadi salah satu alasan utama turis asing mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi utama.
Anne menambahkan, perjalanan kereta api menawarkan pengalaman yang lebih mendalam bagi wisatawan untuk menjelajahi Indonesia. “Selama perjalanan, wisatawan bisa melihat langsung perubahan lanskap dari satu kota ke kota lain. Itu yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan,” jelas Anne.
Dari Stasiun Gambir, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi menarik. Yogyakarta, dengan kekayaan budayanya seperti Malioboro dan kawasan candi, tetap menjadi primadona. Bandung menawarkan suasana pegunungan dan ragam tempat kreatif.
Sementara itu, Stasiun Semarang Tawang menyajikan pesona kota lama yang khas, sedangkan Cirebon dan Solo menawarkan pengalaman budaya dan kuliner yang unik. Di Jawa Timur, Surabaya menjadi gerbang penting sebelum menuju destinasi seperti kawasan wisata alam Bromo. Malang, dengan udaranya yang sejuk, juga menawarkan pilihan wisata alam yang beragam.
Perkembangan layanan kereta api di Indonesia yang terus berinovasi, sejalan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan penumpang, juga diklaim mampu bersaing dengan layanan kereta api di negara maju, namun tetap mempertahankan karakter khas Indonesia.
“KAI akan terus melakukan evaluasi layanan dengan mendengarkan suara pelanggan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan perjalanan saat ini,” kata Anne.
Ia menambahkan, peningkatan konektivitas antar kota membuat perencanaan perjalanan menjadi lebih mudah dan dapat diakses oleh berbagai kalangan.






