Menjelang peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026, sebuah cara unik untuk meresapi semangat emansipasi adalah dengan menelusuri jejak sejarah Raden Ajeng Kartini di dua kota yang sangat lekat dengan kehidupannya: Jepara dan Rembang, Jawa Tengah. Kedua kota ini bukan sekadar latar belakang, melainkan saksi bisu perjalanan hidup pahlawan nasional kelahiran Jepara pada 1879 dan wafat di Rembang pada 1904.
Keterkaitan Kartini dengan Rembang semakin erat tatkala beliau menikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang kala itu menjabat sebagai Bupati Rembang. Berdasarkan laporan Kompas.com pada Senin, 21 April 2025, berikut adalah lima destinasi yang wajib dikunjungi untuk mengenal lebih dalam sosok inspiratif ini.
Menyusuri Jejak R.A. Kartini di Jepara dan Rembang
1. Pendopo Kabupaten Jepara (Museum Kartini Jepara)
Pendopo Kabupaten Jepara, yang kini bertransformasi menjadi Museum Kartini Jepara, dulunya memiliki beberapa ruang yang dipisahkan sekat. Salah satu yang paling signifikan adalah ruang pingitan, tempat Kartini menjalani masa penantian lamaran. Selain itu, terdapat pula ruang keluarga, ruang makan, dan kamar tidur yang pernah ditempati Kartini bersama saudara-saudaranya. Di bagian belakang pendopo, sebuah serambi menjadi saksi bisu perjuangan Kartini dalam mendirikan sekolah perempuan. Dapur umum yang ada di sana juga dimanfaatkan untuk mengajarkan keterampilan memasak.
Museum Kartini Jepara diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, pada Sabtu, 15 November 2025, sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com. Keberadaan museum ini diharapkan mampu menjadi pusat edukasi bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk lebih mengenal Kartini sebagai simbol emansipasi perempuan.
2. Monumen Ari-ari Kartini
Terletak di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Jepara, Monumen Ari-ari Kartini didirikan di lokasi di mana, sesuai tradisi Jawa, ari-ari (plasenta) Kartini dikuburkan. Monumen ini menampilkan patung bunga teratai yang melambangkan kelahiran R.A. Kartini, dibangun pada tahun 1979. Terdapat 21 kuncup bunga yang merepresentasikan tanggal lahirnya, sementara sembilan kuncup di bagian atas dan 18 di bagian bawah merujuk pada tahun 1800-an. Empat lampu yang menghiasi monumen melambangkan bulan April, dan tujuh ukiran di bagian bawahnya menambah kekayaan simbolisme tempat bersejarah ini.
3. Pantai Kartini
Hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Pendopo Kabupaten Jepara, Pantai Kartini dulunya merupakan area rekreasi keluarga R.A. Kartini. Konon, Kartini kecil sering bermain di kawasan ini, sehingga namanya kemudian diabadikan menjadi nama pantai tersebut. Kini, Pantai Kartini dilengkapi dengan akuarium raksasa berbentuk kura-kura dan dermaga utama yang berfungsi sebagai jalur penyeberangan menuju Karimunjawa dan Pulau Panjang.
4. Museum R.A. Kartini di Jepara
Museum R.A. Kartini di Jepara menyimpan beragam koleksi benda bersejarah dan dokumentasi terkait Jepara, termasuk artefak yang berkaitan langsung dengan kehidupan R.A. Kartini. Museum ini didirikan pada 30 Maret 1975 di masa Bupati Soemarno Djojomardowo dan diresmikan pada 21 April 1977 oleh Bupati Soedikto. Pada tahun 2018, museum ini menerima hibah berharga berupa foto-foto dari Kedutaan Besar Belanda, yang turut melengkapi koleksi dokumentasi Kota Jepara pada masa lampau.
5. Museum R.A. Kartini di Rembang
Selain di Jepara, Rembang juga memiliki Museum R.A. Kartini yang menyimpan peninggalan Kartini selama masa hidupnya di kota tersebut, setelah menikah dengan Bupati Rembang. Koleksi yang dipamerkan meliputi berbagai barang rumah tangga seperti meja makan, foto keluarga, bothekan (wadah jamu), pakaian adat Jawa, ranjang, hingga meja perawatan bayi. Museum ini juga menjadi tempat penyimpanan buku legendaris “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang merupakan kumpulan surat Kartini kepada sahabatnya, J.H. Abendanon.






