Nasional

Personel Komcad Hampir Capai 50.000 Orang, Akan Terus Ditambah dari ASN-Swasta

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melaporkan bahwa jumlah personel Komponen Cadangan (Komcad) TNI telah mencapai angka mendekati 50.000 orang sejak program ini dimulai pada tahun 2021. Angka ini terus ditargetkan untuk bertambah, termasuk dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor swasta.

Kepala Badan Cadangan Nasional Kemenhan, Letjen TNI Gabriel Lama, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. “Nah jumlah sekarang puji syukur kurang lebih sekitar mendekati 50.000 anggota Komponen Cadangan,” ujar Gabriel di Baseops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (22/4/2026).

Ia merinci bahwa Komcad dibentuk dari berbagai unsur, mencakup komponen reguler TNI, aparatur sipil negara dari berbagai kementerian dan lembaga, serta sumber daya dari badan usaha swasta. Gabriel menekankan pentingnya peran serta sektor swasta dalam pertahanan negara.

“Menurut dia, perusahaan swasta tidak bisa dilepaskan dari negara karena perusahaan swasta tidak bisa berdiri sendiri. Dengan demikian kita berharap program ini bukan saat ini saja tetapi akan berlanjut dan berlanjut terus,” ungkap Gabriel.

Dalam pandangannya, potensi besar ASN menjadi kekuatan pertahanan nasional sangat signifikan. Gabriel mengutip data jumlah ASN di seluruh Indonesia yang mencapai hampir 5 juta orang. “Contoh ASN, ini kurang lebih jumlah sekitar hampir 5 juta di seluruh Indonesia. Ini potensi kekuatan pertahanan yang terbesar. Tentunya proses penyiapannya ini harus dilalui dan disiapkan oleh kita semua,” katanya.

Advertisement

Pelatihan Dasar Militer untuk ASN Dimulai

Pada hari yang sama, sebanyak 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga memulai Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). Ini merupakan gelombang pertama pelatihan bagi ASN yang mendaftar menjadi bagian dari Komcad.

Kemenhan mencatat bahwa dari total 2.115 orang yang mendaftar, 1.773 ASN berhasil terpilih setelah melalui serangkaian seleksi. Proses seleksi tersebut meliputi administrasi, pemeriksaan kesehatan, serta pengambilan data jasmani, psikologi, dan mental ideologi.

Latsarmil Komcad bagi ASN ini dilaksanakan di enam lokasi berbeda, yaitu Pusat Komunikasi Badan Intelijen Negara, Resimen Induk Daerah Militer Jaya, Pusat Pendidikan Kesehatan TNI Angkatan Darat, Brigade Infanteri 1 Pasukan Marinir 1, Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara, serta Wing Pendidikan 500/Umum Atang Sendjaja.

Pelatihan dasar kemiliteran ini dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026. Peserta yang berhasil menyelesaikan dan lulus pelatihan akan resmi ditetapkan sebagai anggota Komcad pada 5 Juni 2026.

[video.1]
Advertisement