Cek fakta

[HOAKS] Tautan untuk Klaim Bantuan Hewan Ternak dari Kementan

Advertisement

Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menjadi sasaran narasi hoaks yang mengklaim pembagian bantuan modal usaha berupa hewan ternak. Informasi yang beredar luas di media sosial Facebook ini menawarkan sapi, kambing, dan ayam secara gratis, lengkap dengan pakan dan alat peternakan. Namun, penelusuran tim cek fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut adalah palsu.

Narasi yang menyesatkan ini dibagikan melalui sejumlah unggahan di Facebook, menjanjikan bantuan kepada “seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada.” Teks yang menyertai klaim tersebut menyatakan, “PEMBAGIAN HEWAN TERNAK SAPI, KAMBING, AYAM, DLL,, UNTUK WARGA YANG BERADA DI PEDESAAN DI WILAYAH INDONESIA PAKAN HEWAN DAN BEBERAPA ALAT PETERNAKAN.” Lebih lanjut, narasi tersebut menegaskan bahwa bantuan ini “GRATIS TIDAK DI PUNGUT BIAYA APAPUN (BERLAKU UNTUK SELURUH WILAYAH INDONESIA)” dan mengajak penerima untuk mendaftar melalui sebuah tautan.

Modus Penipuan Berulang

Informasi mengenai bantuan hewan ternak dari Kementan ini bukanlah hal baru. Berdasarkan penelusuran, modus penipuan serupa telah beredar sejak tahun 2025. Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), telah berulang kali mengeluarkan imbauan untuk mewaspadai praktik penipuan yang mengatasnamakan bantuan hewan ternak.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram resminya pada 24 Juli 2025, Ditjen PKH secara tegas mengingatkan masyarakat. “Ada kabar soal bantuan hewan ternak gratis? Hati-hati, bisa jadi itu berita palsu!” demikian bunyi peringatan tersebut. Ditjen PKH menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap informasi yang diterima berasal dari sumber yang resmi untuk menghindari jerat penipuan.

Advertisement

Tautan Mencurigakan

Lebih lanjut, tautan yang disebarkan dalam unggahan-unggahan hoaks tersebut tidak mengarah ke situs web resmi Ditjen PKH maupun Kementan. Sebaliknya, tautan tersebut justru mengarahkan pengunjung ke sebuah situs yang meminta pengisian data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak memasukkan data pribadi apa pun ke situs semacam itu. Tindakan ini merupakan modus umum dari phishing, yaitu upaya pencurian data pribadi yang dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa informasi dan tautan yang beredar di Facebook mengenai bantuan hewan ternak dari Kementan adalah tidak benar atau hoaks. Imbauan dari Ditjen PKH Kementan dan sifat tautan yang mencurigakan semakin menguatkan fakta bahwa ini adalah modus penipuan.

Advertisement