Cek fakta

INFOGRAFIK: Hoaks Purbaya Salurkan Dana Hibah Rp 11 Miliar, Awas Penipuan!

Advertisement

Sebuah narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyalurkan dana hibah sebesar Rp 11 miliar beredar luas di media sosial pada April 2026. Informasi menyesatkan ini disebarkan melalui unggahan video yang menjanjikan bantuan dana kepada masyarakat yang mendaftarkan diri.

Kementerian Keuangan secara tegas membantah kebenaran informasi tersebut pada 10 April 2026. Juru bicara Kementerian Keuangan menyatakan bahwa tidak ada program penyaluran dana hibah sebesar Rp 11 miliar yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Lebih lanjut, Kementerian Keuangan mengidentifikasi video yang beredar sebagai hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI). Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan pengujian terhadap video tersebut menggunakan mesin deteksi. Hasilnya, melalui Hive Moderation, video itu menunjukkan probabilitas sebesar 98,5 persen sebagai konten generatif AI.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menjanjikan bantuan dana secara cuma-cuma. Penting untuk melakukan verifikasi terhadap sumber informasi sebelum mempercayai atau mengikuti instruksi yang diberikan, demi menghindari praktik penipuan.

Awas Penipuan Berkedok Dana Hibah

Modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik untuk menyalurkan dana hibah bukanlah hal baru. Dalam kasus ini, pelaku memanfaatkan nama besar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menarik perhatian dan kepercayaan calon korban.

Video yang menampilkan klaim penyaluran dana hibah Rp 11 miliar tersebut merupakan taktik yang dirancang untuk memancing pendaftar. Permintaan untuk mendaftarkan diri seringkali diikuti dengan permintaan data pribadi atau bahkan biaya administrasi yang ujung-ujungnya merugikan masyarakat.

Advertisement

Identifikasi Konten Rekayasa AI

Penggunaan artificial intelligence dalam pembuatan konten hoaks semakin canggih. Video yang beredar terkait dana hibah ini terindikasi kuat sebagai hasil rekayasa AI, yang membuatnya terlihat meyakinkan.

Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan alat deteksi untuk menganalisis video tersebut. Analisis menggunakan Hive Moderation menunjukkan tingkat probabilitas tinggi (98,5 persen) bahwa video tersebut dibuat menggunakan teknologi AI generatif. Hal ini mengindikasikan adanya manipulasi visual dan audio untuk menciptakan narasi palsu.

Imbauan Kewaspadaan

Kementerian Keuangan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial dan menjanjikan keuntungan finansial.

  • Selalu cek keaslian informasi melalui kanal resmi kementerian atau lembaga terkait.
  • Hindari memberikan data pribadi atau melakukan transaksi keuangan berdasarkan informasi dari sumber yang meragukan.
  • Laporkan konten hoaks yang ditemukan agar dapat ditindaklanjuti.

Informasi lebih lanjut mengenai modus penipuan ini dapat disimak melalui infografik berikut:

[embed.1]
Advertisement