Regional

Hari Kartini 2026: Pedagang Pasar Hewan Ambarawa Kompak Berkebaya dan Kenakan Busana Adat Jawa

Advertisement

PASAR Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menampilkan suasana berbeda pada perayaan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). Para pedagang, baik perempuan maupun laki-laki, kompak mengenakan busana adat Jawa, menciptakan nuansa budaya yang kental di tengah hiruk pikuk aktivitas jual beli hewan.

Pedagang perempuan terlihat anggun mengenakan kebaya, sementara para pedagang laki-laki memilih baju lurik dan beskap lengkap dengan blangkon. Pemandangan ini semakin unik dengan diputarnya lagu-lagu perjuangan melalui pengeras suara di beberapa lapak dan kios.

Sri Utami, seorang pedagang makanan di los kuliner, mengaku senang bisa ikut merayakan Hari Kartini dengan cara ini. “Ini kan hari spesial bagi kaum perempuan, Hari Kartini. Jadi meski hanya mengenakan pakaian Jawa, kami ikut merayakan,” ujarnya kepada Kompas.com.

Bangga Berbusana Tradisional

Meski mengaku tidak ada persiapan khusus, Sri Utami menyatakan kebanggaannya mengenakan kebaya. “Cuma dandan make up sedikit, dan pakai kebaya. Kalau biasanya ya cuma pakai kaus dan celana biasa,” tuturnya.

Ia menambahkan, meskipun kebaya membatasi gerak saat melayani pembeli dibandingkan kaus, hal itu tidak menjadi masalah. “Tapi tidak masalah, kami senang dengan peringatan Hari Kartini di Pasar Pon ini,” ungkap Sri Utami.

Lebih lanjut, Sri Utami mengaku terinspirasi oleh sosok Raden Ajeng Kartini sebagai pejuang perempuan. Ia berharap semangat perjuangan Kartini dapat ditiru oleh perempuan masa kini.

Advertisement

Momentum Budaya dan Kesejahteraan Pedagang

Kepala UPTD Puskeswan, Pasar Hewan, dan RPH Kabupaten Semarang, Muhammad Hidayat, menyambut baik inisiatif para pedagang. Ia melihat peringatan Hari Kartini sebagai momentum positif untuk mengenang perjuangan pahlawan sekaligus melestarikan kebudayaan Jawa.

“Kami berdiskusi dengan paguyuban pedagang, sudah sosialisasi selama satu bulan untuk mengadakan peringatan Hari Kartini. Ternyata pedagang sangat mendukung dan siap mensukseskan,” kata Hidayat.

Hidayat menjelaskan bahwa dipilihnya pasaran Pon pada Selasa (21/4/2026) yang bertepatan dengan Hari Kartini merupakan kesempatan langka. “Sehingga ini menjadi kesempatan untuk menampilkan jatidiri sebagai bangsa sesuai dengan pekerjaan pedagang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan para pedagang yang merasa bertanggung jawab untuk mengenakan batik dan kebaya diharapkan dapat menjadi gerakan positif yang berdampak pada kesejahteraan mereka, termasuk dalam gerakan tertib retribusi. Para pedagang yang berpartisipasi dalam kegiatan ini tersebar di berbagai blok, mulai dari PKL los burung, unggas, sapi-kambing, hingga blok atas. Lagu perjuangan mulai diputar sejak pukul 06.00 WIB.

Advertisement