Money

Kemenhaj Kirim 3 Juta Pack Makanan Siap Saji untuk Jemaah Haji

Advertisement

Kementerian Haji dan Umrah (Kemehaj) telah mengirimkan 3 juta paket makanan siap saji (ready to eat/RTE) ke Arab Saudi sebagai bagian dari upaya pemenuhan konsumsi jemaah haji Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, menjelaskan bahwa makanan siap saji ini akan berfungsi sebagai menu selingan bagi para jemaah.

“Ada hari-hari di mana menggunakan RTE tapi mayoritas menggunakan masak dari dapur,” ujar Gus Irfan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026).

Menurut Gus Irfan, 3 juta paket makanan tersebut dikirim dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji selama enam hari, terhitung mulai tanggal 7 hingga 13 Dzulhijjah. Periode ini bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji, yaitu prosesi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Kendala Logistik di Puncak Ibadah Haji

Gus Irfan mengungkapkan bahwa pada masa-masa krusial tersebut, penyelenggara ibadah haji menghadapi tantangan dalam menyediakan makanan segar melalui katering lokal di Arab Saudi.

“Karena waktu itu trafiknya kan sangat-sangat padat sehingga untuk makanan fresh kayaknya susah dikirim maka kita pakai RTE itu,” jelas Gus Irfan.

Saat ini, seluruh 3 juta paket makanan siap saji tersebut telah tiba di Arab Saudi dan siap didistribusikan untuk kebutuhan 200.000 jemaah haji Indonesia.

Ia menambahkan bahwa menu makanan siap saji yang disiapkan telah dirancang agar aman dikonsumsi oleh jemaah lanjut usia (lansia), yang merupakan mayoritas dari jamaah haji Indonesia.

“Pengiriman sudah terkirim, sudah terkirim, sudah terkirim dari awal,” tegas Gus Irfan.

Advertisement

Jaminan Ketersediaan Pangan dan Stabilitas Harga Katering

Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan juga menyampaikan bahwa biaya katering yang dikelola oleh dapur-dapur pengolah makanan bagi jemaah haji sejauh ini tidak terpengaruh oleh gejolak politik global, seperti kenaikan harga energi dan logistik.

Meskipun Gus Irfan mengakui adanya fluktuasi harga bahan baku di pasar domestik Arab Saudi, pihak penyedia jasa katering belum melaporkan adanya kenaikan harga.

“Pihak-pihak katering juga tidak ada meminta bertambah perubahan-perubahan harga,” ucap Gus Irfan.

“Tapi kita juga memang melihat di pasar di lokal sana memang ada fluktuasi harga mudah-mudahan itu tidak berpengaruh pada kualitas makanan jemaah,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Kementerian Haji dan Umrah, memastikan bahwa ketersediaan pangan bagi jemaah haji Indonesia dalam kondisi aman.

Zulhas, sapaan akrabnya, menyoroti potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia dalam memproduksi makanan siap saji yang tetap berkualitas.

“Ada istilahnya itu RTE ready to eat. Kalau kita kan masak dulu. Bahkan ada juga bawa bumbu, kirim bumbu ya. Yang bumbu kalau masak terus kasih bumbu jadi langsung jadi,” tutur Zulhas.

Advertisement