Rektor Universitas Tarakanita, Antonius Singgih, menegaskan bahwa perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) tidak serta merta mematikan profesi sekretaris, melainkan mendorong evolusinya. Ia menekankan bahwa keberlangsungan profesi ini sangat bergantung pada adaptasi institusi pendidikan terkait terhadap tuntutan zaman.
“Ada kemajuan teknologi, tuntutan zaman, masalah komunikasi dan tata kelola, jadi profesi sekretaris sekarang tidak hanya sebatas klerikal,” ujar Singgih, Sabtu (18/4/2026).
Perubahan ini menuntut kurikulum yang relevan. “Maka, dalam proses pembelajaran dan kurikulum, muatan-muatan tadi jadi sesuatu yang kami kembangkan,” imbuhnya.
Di program D3 Sekretaris Universitas Tarakanita, mahasiswa kini dibekali dengan kemampuan di bidang komunikasi korporat, pemanfaatan media sosial, hingga pengelolaan organisasi. Pergeseran paradigma ini, menurut Singgih, mengubah fokus peran sekretaris.
“Jadi sekarang mindset sekretaris itu tidak melayani pimpinan, tetapi melayani organisasi,” ungkapnya.
Dengan bekal tersebut, era digital dan AI justru membuka peluang baru bagi profesi sekretaris, bukannya membuat profesi ini kehilangan relevansi. “Sangat prospek sebenarnya, hanya tadi ya, kuncinya adalah bagaimana kemudian kita bisa mengadaptasi proses pembelajaran dan kurikulumnya,” katanya.
Inklusivitas dalam Profesi Sekretaris
Lebih lanjut, Singgih mendorong inklusivitas dalam profesi sekretaris yang selama ini kerap diidentikkan dengan kaum perempuan. Ia melihat adanya kebutuhan mobilitas tinggi dalam peran sekretaris modern.
“Sekarang sekretaris membutuhkan mobilitas tinggi, ya kemudian juga tidak salah juga kalau pria juga nanti akan berproses sebagai sekretaris,” ujarnya.
Universitas Tarakanita sendiri telah membuka diri bagi mahasiswa pria sejak tiga tahun lalu. Kelompok lulusan pria pertama dijadwalkan akan menyelesaikan studinya pada tahun 2027.
Pada Sabtu lalu, Universitas Tarakanita berhasil meluluskan 126 mahasiswa. Angkatan ini merupakan kelompok pertama yang wisuda sejak institusi tersebut resmi menyandang status universitas.
Peningkatan status ini turut mendorong pengembangan pelayanan pendidikan di Tarakanita dengan pembukaan berbagai program studi baru. Selain program S1 Komunikasi yang sudah ada, kini Tarakanita juga menawarkan program S1 Bisnis Digital dan S1 Teknik Sipil.






