Edukasi

TKA SD 2026: Daerah Maluku Minta Ujian Susulan, Khawatir Gempa

Advertisement

Sejumlah daerah di Maluku Utara mengajukan permohonan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 secara susulan. Permintaan ini timbul menyusul kekhawatiran siswa terhadap potensi gempa bumi yang masih terjadi di wilayah tersebut, sehingga berdampak pada rasa aman untuk mengikuti ujian.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan, beberapa daerah memang sempat meminta adanya penyelenggaraan susulan. “Memang ada sempat beberapa daerah di Maluku Utara yang meminta untuk nanti ada penyelenggaraan susulan karena masih ada gempa bumi yang memang membuat anak-anak merasa kurang aman,” kata Mu’ti di Palmerah, Jakarta Barat, Senin (20/4/2026).

Mu’ti menambahkan, pihaknya tengah mengumpulkan data seluruh siswa yang berhak mengikuti ujian susulan. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan TKA dapat segera digelar begitu situasi dinyatakan aman. Sementara itu, secara umum, Mu’ti melaporkan bahwa pelaksanaan TKA untuk peningkatan jenjang SD sederajat yang dimulai pada Senin (20/4/2026) berjalan lancar.

“TKA untuk jenjang sekolah dasar dan Alhamdulillah sekarang sudah mulai berjalan pada hari pertama laporan sementara yang kami terima,” ujarnya.

TKA SD 2026 Digelar Hingga Akhir April

Pelaksanaan TKA jenjang SD sederajat di seluruh Indonesia telah dimulai sejak Senin hari ini. Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi @litbangdikbud yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), ujian ini akan berlangsung hingga tanggal 30 April 2026.

Advertisement

“TKA akan dilaksanakan pada tanggal 20 sampai dengan 30 April 2026 di sekolah masing-masing,” demikian tertulis dalam unggahan akun Instagram tersebut.

Tujuan dan Materi TKA

Kemendikdasmen menegaskan bahwa TKA diselenggarakan sebagai instrumen untuk mengukur pencapaian pembelajaran siswa secara komprehensif. Pelaksanaan ujian ini mengacu pada prinsip objektivitas, akuntabilitas, dan integrasi.

Materi yang diujikan dalam TKA meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia, masing-masing terdiri dari 30 soal. Selain itu, siswa juga akan diminta mengisi survei yang merupakan bagian dari Asesmen Nasional (AN) dan digabungkan dalam pelaksanaan TKA.

Perlu dicatat bahwa pelaksanaan TKA biasanya dilakukan dalam beberapa gelombang. Hal ini dikarenakan seluruh proses tes bersifat daring (online), sehingga siswa perlu bergantian dalam menggunakan fasilitas komputer atau laptop yang tersedia di sekolah.

Advertisement