Edukasi

Siswa SMAN 1 Purwakarta Olok-olok Guru, Ini Respons Mendikdasmen

Advertisement

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan kasus perundungan guru oleh siswa di SMAN 1 Purwakarta telah diselesaikan dengan permintaan maaf dari para siswa yang terlibat. Mu’ti menegaskan penyelesaian tersebut telah sesuai dengan peraturan menteri mengenai sekolah aman dan nyaman.

“Sudah diselesaikan, anak-anak itu kan sudah minta maaf ya kepada gurunya dan sudah kita selesaikan sesuai dengan Peraturan Menteri tentang sekolah aman dan nyaman,” kata Mu’ti di Palmerah, Jakarta Barat, Senin (20/4/2026).

Harap Kejadian Serupa Tak Terulang

Mu’ti berharap insiden tersebut dapat menjadi pembelajaran berharga dan tidak terulang di sekolah lain. Ia juga mengimbau seluruh sekolah untuk senantiasa menciptakan suasana yang aman dan nyaman di semua aspek, sejalan dengan aturan pemerintah.

“Kami mengimbau semuanya agar sekolah yang aman dan nyaman, saling menghormati, apalagi sudah ada ikrar Pelajar Pancasila kan di mana mereka harus menghormati, mencintai orangtua dan guru ini bisa kita tekankan untuk membangun sekolah yang aman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mu’ti menekankan pentingnya menjadikan pendidikan sebagai sarana membangun peradaban dan akhlak mulia. “Dan menjadikan pendidikan sebagai bagian dari proses kita membangun peradaban, membangun akhlak yang mulia,” pungkasnya.

Kronologi dan Sanksi

Sebelumnya, aksi sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengolok-olok seorang guru perempuan menuai kecaman publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi 31 detik tersebut, para siswa terlihat melakukan tindakan tidak terpuji di dalam kelas.

Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan sembilan siswa kelas XI IPS dan terjadi pada Kamis (16/4/2026), namun baru ramai diperbincangkan pada Sabtu (18/4/2026).

Menurut Purwanto, aksi tersebut bermula setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) mengenai pengolahan aneka makanan selesai. Guru yang menjadi sasaran olok-olok, Atum, diketahui baru bertugas di sekolah tersebut.

“Setelah kegiatan itu selesai, kemudian terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak tersebut,” ujar Purwanto di Bandung, Sabtu (18/4/2026).

Dalam video yang beredar, tampak seorang siswi melakukan provokasi dengan mengacungkan jari tengah dan menjulurkan lidah ke arah guru.

Pihak SMAN 1 Purwakarta telah mengambil tindakan dengan memanggil siswa yang terlibat beserta orang tua mereka. Sebagai sanksi awal, kesembilan siswa tersebut diskorsing selama 19 hari.

Advertisement