Money

Seskab Beri Rincian Proses Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih

Advertisement

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan rincian mengenai proses rekrutmen calon manajer untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program ini menargetkan kebutuhan 30.000 manajer di seluruh Indonesia yang akan bertugas mengelola unit-unit Kopdes.

Teddy menjelaskan bahwa calon manajer yang terpilih nantinya akan memimpin langsung warga desa setempat sebagai tenaga kerja. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai lingkup kerja dan seluk-beluk operasional di tingkat desa menjadi kualifikasi penting.

Bagi pelamar yang dinyatakan lolos dalam tahap pendaftaran, mereka akan menjalani pelatihan intensif selama dua bulan. Pelatihan ini mencakup materi manajerial dan perkoperasian, dengan harapan setelah lulus, para calon manajer mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk menjalankan Kopdes Merah Putih secara efektif.

Meskipun operasional Kopdes Merah Putih akan dikelola oleh manajer dari lingkungan desa, pelaksanaannya tetap berada di bawah koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koperasi dan BUMN.

Potensi Penyerapan Tenaga Kerja

Program Kopdes Merah Putih diproyeksikan akan menyerap sekitar 800.000 pekerja baru. Teddy memaparkan perhitungan bahwa dengan satu manajer per koperasi dan minimal sepuluh pekerja di setiap unit, sebanyak 80.000 Kopdes Desa Merah Putih yang akan dibangun secara bertahap berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi 800.000 orang.

“Bila 1 koperasi terdiri dari 1 manajer dan minimal terdapat 10 pekerja di setiap koperasi, maka minimal akan ada 800.000 pekerja baru di 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang rencana akan dibangun secara bertahap,” jelas Teddy, mengutip akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, Teddy berharap Kopdes dapat memutar roda perekonomian di tingkat desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran koperasi desa ini diharapkan dapat mempercepat perputaran ekonomi tanpa perantara dan mengarahkan pada harga jual yang menguntungkan bagi warga setempat.

“Dengan adanya koperasi desa ini, diharapkan perputaran ekonomi di setiap desa akan semakin cepat, tanpa perantara dan terarah dengan harga jual yang menguntungkan bagi warga desa setempat,” ujar Teddy.

Advertisement

Skema Gaji Manajer Masih Digodok

Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Tedi Bharata, mengungkapkan bahwa pihaknya masih dalam proses penyusunan skema besaran gaji bagi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Meskipun besaran gaji masih dalam pembahasan, skema penggajian akan mengacu pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Tedi menegaskan bahwa penetapan gaji akan dilakukan secara terukur dan mengikuti aturan yang berlaku.

“PKWT kan ada aturannya. Kita tidak asal memberikan gaji. Jadi don’t worry,” jelas Tedi, dikutip dari Kontan, Senin (20/4/2026).

Pemerintah masih mematangkan mekanisme pembayaran gaji bagi calon manajer yang nantinya diterima. Proses pendaftaran dan seleksi yang masih berlangsung memberikan waktu bagi pemerintah untuk menyelesaikan skema gaji hingga bulan Juni 2026.

“Nanti Juni baru sudah pengumuman yang diterima rencananya begitu,” ungkap Tedi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (saat itu) Zulkifli Hasan telah mengumumkan pembukaan rekrutmen bagi 35.476 orang untuk mengelola Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sejak 15 April 2026. Mereka yang lolos seleksi akan berstatus sebagai pegawai BUMN dengan skema PKWT selama dua tahun.

Advertisement