JAKARTA, KOMPAS.com – Apple mengumumkan perombakan besar dalam jajaran kepemimpinannya. John Ternus, yang kini memimpin divisi rekayasa perangkat keras, akan mengambil alih tampuk kepemimpinan sebagai Chief Executive Officer (CEO) menggantikan Tim Cook. Perubahan ini akan berlaku efektif mulai 1 September 2026.
Tim Cook, yang telah memimpin Apple selama lebih dari satu dekade, akan beralih peran menjadi Executive Chairman. Pengumuman ini menandai transisi kepemimpinan CEO pertama di raksasa teknologi tersebut sejak Cook menggantikan Steve Jobs pada tahun 2011.
Keputusan ini telah disetujui oleh Dewan Direksi Apple pada Jumat lalu, sebagaimana tertuang dalam dokumen resmi perusahaan. Dalam masa transisi, Cook akan tetap menjalankan perannya sebagai CEO hingga musim panas, sembari bekerja sama erat dengan Ternus untuk memastikan kelancaran peralihan.
John Ternus, yang kini berusia 50 tahun, akan bergabung dengan Dewan Direksi Apple setelah resmi menjabat sebagai CEO. Sementara itu, Arthur Levinson, Chairman Non-eksekutif Apple, akan mengemban tugas sebagai Lead Independent Director.
Tim Cook menyatakan rasa kehormatannya atas kepercayaan yang diberikan. “Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi CEO Apple dan dipercaya memimpin perusahaan yang luar biasa ini,” ujar Cook dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan, “Saya mencintai Apple sepenuh hati, dan saya sangat bersyukur mendapat kesempatan bekerja dengan tim yang begitu cerdas, inovatif, kreatif, dan penuh kepedulian, yang selalu berdedikasi untuk memperkaya kehidupan pelanggan kami dan menciptakan produk serta layanan terbaik di dunia.”
Perombakan Struktur Internal
Bersamaan dengan pengumuman pergantian CEO, Apple juga mengumumkan Johny Srouji akan ditunjuk sebagai Chief Hardware Officer. Srouji, yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Technologies, akan mengambil alih tanggung jawab yang sebelumnya diemban oleh Ternus, termasuk memimpin Divisi Hardware Engineering.
John Ternus telah menjadi bagian dari Apple sejak tahun 2001. Ia bergabung setelah menghabiskan empat tahun sebagai Mechanical Engineer di Virtual Research Systems. Ternus memulai kariernya di Apple di tim desain produk, sebelum akhirnya diangkat menjadi vice president of hardware engineering pada tahun 2013.
Di bawah kepemimpinannya, divisi perangkat keras Apple bertanggung jawab atas pengembangan produk-produk ikonik seperti iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, AirPods, dan Vision Pro. Ternus dipandang sebagai kandidat kuat penerus CEO, sebagaimana sering disorot dalam pemberitaan media.
Dampak terhadap Saham AAPL
Pengumuman pergantian CEO ini berpotensi memicu pergerakan pada saham Apple Inc. (AAPL). Berdasarkan data perdagangan pada Senin (20/4/2026) waktu New York, saham Apple sempat menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi.
Saham AAPL ditutup menguat 1,04 persen ke level 273,05 dollar AS. Secara intraday, pergerakan harga sempat menyentuh area 274 dollar AS sebelum mengalami tekanan dan turun ke kisaran 272 dollar AS. Perdagangan selanjutnya menunjukkan pergerakan terbatas dalam rentang sempit di area 272-273,5 dollar AS, sebelum kembali menguat menjelang penutupan.
Kapitalisasi pasar Apple telah melonjak lebih dari 20 kali lipat selama kepemimpinan Tim Cook, mencapai nilai penutupan 4 triliun dollar AS pada Senin lalu. Kompensasi Cook tahun lalu dilaporkan mencapai 74,6 juta dollar AS, termasuk gaji pokok 3 juta dollar AS dan tambahan dalam bentuk saham.
Tantangan di Era Baru Apple
Meskipun Apple telah mencapai kesuksesan luar biasa di bawah kepemimpinan Cook, transisi ini datang di tengah sejumlah tantangan. Rantai pasok yang semakin kompleks, ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, serta keterbatasan pasokan memori akibat lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI) menjadi beberapa isu krusial yang akan dihadapi kepemimpinan baru.
Salah satu tantangan terbesar bagi Ternus adalah mendorong inovasi AI Apple lebih jauh. Perusahaan ini dinilai tertinggal dibandingkan beberapa pesaingnya dalam pengembangan AI mutakhir. Kritik terhadap kurangnya inovasi AI semakin menguat setelah Apple menunda pembaruan pada asisten suara Siri tahun lalu.
Untuk mengatasi hal ini, Apple telah melakukan perombakan kepemimpinan AI dengan menunjuk eksekutif baru dari Google pada Desember lalu. Perusahaan juga berencana meluncurkan versi terbaru Siri tahun ini yang berbasis model AI Google Gemini.
Selain itu, kepergian desainer produk ikonik Jony Ive pada 2019 juga meninggalkan celah dalam pembentukan desain produk Apple yang khas. Ive kini bergabung dengan OpenAI, yang pada Mei 2025 mengumumkan akuisisi startup miliknya.
Warisan Tim Cook dan Lobi Kebijakan
Selama hampir 15 tahun masa kepemimpinannya, Tim Cook berhasil membawa Apple melakukan ekspansi signifikan ke teknologi wearable, termasuk peluncuran Apple Watch, AirPods, dan headset realitas virtual Vision Pro. Pendapatan Apple pun meningkat hampir empat kali lipat di bawah kepemimpinannya, mencapai lebih dari 400 miliar dollar AS pada tahun fiskal terakhir.
Cook dikenal sebagai ahli operasional ulung yang berhasil merombak rantai pasok Apple sejak bergabung pada 1998. Ia juga aktif berperan sebagai figur publik dalam memperjuangkan kepentingan Apple, termasuk lobi terkait privasi internet global dan tarif perdagangan.
Salah satu momen penting adalah perselisihannya dengan pemerintah AS pada 2016 terkait permintaan membuka iPhone milik pelaku penembakan di San Bernardino. Cook kala itu bersikeras bahwa langkah tersebut akan mengancam privasi pengguna.
Aktivitas lobi Cook juga banyak berfokus pada Presiden Donald Trump, terutama terkait tarif impor dari China dan negara Asia lainnya. Pada Agustus lalu, Cook bertemu dengan Trump di Gedung Putih untuk mengumumkan rencana investasi Apple sebesar 600 miliar dollar AS di Amerika Serikat dalam lima tahun ke depan.
Spekulasi dan Pernyataan Cook
Analis Wedbush Securities, Dan Ives, menilai waktu pengunduran diri Cook cukup mengejutkan. “Pandangan sebelumnya, ia mungkin akan bertahan satu tahun lagi,” ujar Ives, menambahkan bahwa Cook sempat memberi sinyal akan tetap menjabat.
Menanggapi spekulasi mengenai masa depannya, Tim Cook sebelumnya membantah rumor pensiun dalam sebuah wawancara di program “Good Morning America” bulan lalu. “Tidak, saya tidak pernah mengatakan itu. Saya mencintai apa yang saya lakukan. Dua puluh delapan tahun lalu saya masuk ke Apple, dan sejak saat itu saya menikmati setiap harinya,” katanya.






