MIMIKA, KOMPAS.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meninjau kawasan Sentra Pendidikan, sebuah sekolah khusus bagi Orang Asli Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (21/04/2026). Sekolah ini didirikan untuk putra-putri asli Mimika dari dua suku besar, Kamoro dan Amungme, serta lima suku kerabat lainnya.
Dalam kunjungannya, Wapres Ma’ruf Amin meninjau langsung berbagai fasilitas pendidikan yang tersedia, mulai dari perpustakaan, ruang kelas, laboratorium, hingga asrama siswa. Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai prioritas utama, termasuk melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan fasilitas hingga ke pelosok daerah.
Sekolah Khusus OAP di Mimika
Wapres meninjau SD Negeri, SMP Negeri, dan SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan. Ia juga berinteraksi langsung dengan para siswa dan tenaga pendidik. Kawasan pendidikan ini menampung total 1.031 siswa, terdiri dari 205 siswa SD, 285 siswa SMP, dan 541 siswa SMA.
Pengamanan ketat diterapkan di sekitar lokasi sekolah menjelang kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut. Bahkan, para siswa-siswi diperiksa menggunakan metal detektor sebelum memasuki ruang kelas.
Saat tiba, Wapres Ma’ruf Amin disambut oleh grup drumband dan angklung dari SD Sentra Pendidikan. Setelah itu, ia melanjutkan peninjauan ke perpustakaan dan ruang kelas.
Kekurangan Ruang Belajar Menjadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, salah seorang guru SMA, Nurhayati, menyampaikan harapannya terkait peningkatan fasilitas untuk menunjang proses belajar mengajar. “Fasilitas sebenarnya sudah ada, tetapi kami masih kekurangan ruangan untuk mendukung kegiatan belajar,” ujarnya kepada Wapres.
Sementara itu, siswi SMA, Yuli Mincik Nayang, mengaku senang dapat berinteraksi langsung dengan Wapres. “Saya senang bisa bertemu langsung dan berbicara dengan Pak Wapres, ini pengalaman yang tidak saya sangka sebelumnya,” katanya.
Asrama Jadi Solusi Akses Pendidikan
Kepala SMP Negeri Sentra Pendidikan, Anton Rante, menjelaskan bahwa sekolah ini juga menyediakan fasilitas asrama bagi siswa dari wilayah terpencil. Hal ini dilakukan untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga bagi mereka yang berasal dari daerah yang jauh.
“Yang kami prioritaskan adalah anak-anak dari daerah yang jauh seperti pesisir atau kampung yang tidak ada keluarga di kota, sehingga mereka bisa tinggal di asrama,” ujarnya.
Anton Rante juga menegaskan bahwa seluruh kebutuhan siswa telah difasilitasi oleh pemerintah.
Seorang siswa SMP, Nikolausma Payau, mengungkapkan pengalaman positifnya selama tinggal di asrama. “Saya di asrama sangat merasa nyaman, dan di sana kami juga dibimbing seperti oleh orangtua sendiri,” ungkapnya.
Nikolausma berharap kunjungan Wapres Ma’ruf Amin dapat memberikan motivasi bagi para siswa untuk terus belajar.






