JAYAPURA, KOMPAS.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dilaporkan melepaskan tembakan yang mengakibatkan tewasnya satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, Papua Pegunungan. Korban diketahui bernama Oni Enumbi alias Mamberamo Enumbi.
Peristiwa penembakan terjadi di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, pada Senin, 20 April 2026. Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa tindakan tegas terukur diambil petugas karena korban berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.
“Pada saat ditangkap, yang bersangkutan berupaya melarikan diri sehingga anggota di lapangan melakukan tindakan tegas terukur yang mengakibatkan Oni Enumbi mengalami luka tembak di bagian ketiak sebelah kanan menembus bagian badan belakang kanan,” ujar Kombes Yusuf Sutejo, Selasa (21/4/2026).
Setelah mengalami luka tembak, Oni Enumbi segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.30 Waktu Indonesia Timur.
Kombes Yusuf Sutejo menambahkan, Oni Enumbi merupakan anggota KKB yang berada di bawah pimpinan Lekagak Talenggen. Ia tercatat terlibat dalam sejumlah aksi kejahatan di wilayah Puncak Jaya dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Puncak Jaya sejak April 2024.
Terlibat dalam Kasus Penembakan Sertu Ismunandar
Lebih lanjut, Kombes Yusuf membeberkan bahwa Oni Enumbi masuk dalam DPO Polres Puncak Jaya tertanggal 25 April 2024. Hal ini terkait dengan kasus penembakan yang menyebabkan gugurnya personel Satgas Elang, Sertu Anumerta Ismunandar, pada 17 Maret 2024 di Kampung Kulirik, Distrik Muara.
Kasus ini menambah panjang daftar keterlibatan Oni Enumbi dalam aksi kekerasan yang terjadi di Papua.
Pernah Diamankan, Namun Berhasil Melarikan Diri
Menariknya, Kombes Yusuf Sutejo juga mengungkapkan bahwa Oni Enumbi pernah diamankan oleh Satgas Damai Cartenz sebelumnya. Penangkapan tersebut terjadi pada 27 November 2024.
Namun, saat itu Oni Enumbi berhasil melarikan diri. Pelariannya terjadi ketika situasi di lapangan sedang difokuskan pada penanganan konflik perang suku yang tengah terjadi di wilayah Puncak Jaya.
“Memang yang bersangkutan sebelumnya pernah diamankan, namun berhasil melarikan diri saat situasi penanganan konflik berlangsung,” pungkasnya.






