BANDUNG, KOMPAS.com – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung berupaya keras mencegah praktik joki pada Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Test (UTBK-SNBT) 2026. Institusi ini fokus mempelajari pola-pola yang mengindikasikan adanya kecurangan, sembari memaksimalkan penggunaan CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan sekaligus Ketua Pelaksana UTBK ISBI Bandung, Indra Ridwan, mengakui bahwa identifikasi joki UTBK merupakan tugas yang cukup menyulitkan bagi panitia. Meskipun demikian, ISBI terus berupaya mengevaluasi dan memperketat pengawasan sejak pertama kali menyelenggarakan UTBK pada tahun 2019.
“Kami tahun ini coba identifikasi apa yang terjadi, tetapi di pihak panitia semua kewaspadaan kepada pengawas untuk mengawasi betul-betul, tetapi kami tidak tahu apakah terjadi atau tidak,” ujar Indra saat ditemui di ISBI Bandung, Selasa (22/4/2026).
Upaya Pencegahan dan Identifikasi
Indra menjelaskan bahwa ISBI Bandung menerapkan beberapa strategi untuk mengidentifikasi potensi kecurangan. Salah satunya adalah dengan menganalisis pola yang tidak biasa, seperti peserta yang berasal dari luar Kota Bandung namun mendaftar di ISBI. Selain itu, pemanfaatan maksimal fungsi CCTV menjadi kunci untuk mengidentifikasi wajah joki saat sesi ujian berlangsung.
Lebih lanjut, pengawas ujian juga diinstruksikan untuk memfoto para peserta yang mengikuti ujian. Tujuannya adalah untuk melakukan analisis lebih lanjut guna mendeteksi adanya praktik joki.
Namun, upaya pencegahan ini tidak hanya bergantung pada ISBI sebagai panitia pelaksana di tingkat lokal. Panitia pusat telah mengambil langkah strategis dengan mengubah sistem pendaftaran untuk meminimalisir peluang kecurangan.
“Kalau tahun lalu peserta itu bisa langsung menentukan lokasi. Misalnya saya ingin mendaftar dan ingin ujian di ISBI Bandung atau di Unpad. Tetapi kalau tahun sekarang tidak, jadi mereka mendaftar sesuai dengan kota, nanti setelah tanggal tertentu, kemudian oleh panitia pusat dibagi lokasinya sehingga mereka tidak tahu di mana lokasinya,” jelas Indra.
Perubahan sistem ini diharapkan dapat mempersulit joki untuk beroperasi, karena peserta tidak lagi bisa memilih lokasi ujian secara spesifik sejak awal pendaftaran.
Pelaksanaan UTBK di ISBI Bandung
ISBI Bandung kembali dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan UTBK-SNBT 2026. Sebanyak 8.247 peserta terdaftar, termasuk 20 peserta disabilitas, akan mengikuti ujian di kampus tersebut.
Tahun ini, pelaksanaan ujian terbagi di dua lokasi, yaitu kampus ISBI Bandung dan Universitas Teknologi Bandung (UTB) yang bertindak sebagai mitra. Total tersedia 18 ruang ujian, terdiri dari 10 ruang di ISBI dan 8 ruang di UTB, dengan kapasitas keseluruhan mencapai 8.400 kursi.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di ISBI Bandung berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 21 hingga 30 April 2026. Setiap harinya, ujian dibagi menjadi dua sesi.






