Regional

Ratusan Titik Rawan Karhutla Terpantau di Bangka Barat, Sumber Air Disorot

Advertisement

Ratusan titik rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terpantau tersebar di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Menghadapi potensi risiko tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Bangka Barat bersama elemen terkait lainnya mulai mengintensifkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menjelang musim kemarau.

Langkah awal yang dilakukan kepolisian mencakup pemetaan mendalam terhadap lokasi-lokasi rawan serta inventarisasi sumber daya pendukung, dengan fokus utama pada ketersediaan sumber air di area yang berpotensi terdampak.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, menekankan bahwa pendekatan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan di lapangan, melainkan lebih mengedepankan antisipasi yang terukur. “Kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Kami tidak hanya memantau titik api, tetapi juga memastikan ketersediaan sumber air sebagai bagian dari langkah penanganan cepat,” ujar Pradana di Bangka Barat, Selasa (21/4/2026).

Data dari Polres Bangka Barat mencatat puluhan titik karhutla yang tersebar di berbagai kecamatan. Informasi ini menjadi dasar utama bagi kepolisian dalam menentukan skala prioritas patroli dan pengawasan intensif di lapangan.

Identifikasi Sumber Air Kunci Mitigasi

Lebih lanjut, Pradana menyampaikan bahwa selain pemetaan wilayah rawan, Polres Bangka Barat telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 113 titik sumber air. Pemetaan sumber air ini dinilai sangat krusial untuk mempercepat respons dan meningkatkan efektivitas pemadaman apabila kebakaran terjadi, sehingga dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Advertisement

Sinergi Masyarakat dan Imbauan Tegas

Upaya pencegahan ini mencerminkan sinergi antara pemantauan wilayah secara berkala, kesiapan sarana dan prasarana pendukung, serta keterlibatan aktif masyarakat. Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan tegas kepada warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Masyarakat diminta segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan indikasi atau titik api di lingkungan mereka,” tegas Pradana.

Dengan penguatan langkah-langkah preventif ini, Polres Bangka Barat menegaskan komitmennya untuk memitigasi potensi bencana karhutla di tengah meningkatnya risiko akibat cuaca ekstrem.

Advertisement