BLITAR, KOMPAS.com – Sebanyak 72.468 warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam kurun waktu tiga bulan, yakni Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, 31 persen di antaranya atau 22.459 orang terindikasi mengalami gejala obesitas berdasarkan pengukuran lingkar perut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, menjelaskan bahwa indikator obesitas ditentukan dari ukuran lingkar perut. “Indikator obesitas adalah mereka yang ukuran lingkar perutnya 90 centimeter atau lebih untuk pria dan 80 centimeter atau lebih untuk wanita,” ujar Anggit saat dikonfirmasi pada Selasa (21/4/2026).
Program pemeriksaan kesehatan gratis dari Kemenkes ini telah berjalan sejak awal 2025 dan dilaksanakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas di seluruh Indonesia. Khusus di Kabupaten Blitar, terdapat 25 puskesmas yang tersebar di 22 kecamatan.
Anggit menambahkan, dari 22.459 warga yang mengalami kegemukan, mayoritas adalah perempuan, meskipun ia tidak merinci perbandingan jumlah antara laki-laki dan perempuan yang terindikasi obesitas.
Lebih lanjut, Anggit menekankan bahwa kondisi obesitas meningkatkan risiko seseorang untuk menderita gangguan kesehatan kronis. “Secara umum, obesitas terjadi karena seseorang kurang aktivitas gerak fisik dan kalori yang masuk ke tubuh terlalu banyak,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk rutin beraktivitas fisik dan mengendalikan asupan makanan tinggi kalori. Pemeriksaan lingkar perut sendiri, lanjut Anggit, dilakukan terhadap warga yang secara visual tampak memiliki ukuran perut di atas normal.
Dalam program pemeriksaan kesehatan gratis ini, warga Kabupaten Blitar paling banyak memanfaatkan layanan untuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.






