Money

Purbaya: Prabowo Tak Pernah Minta Siapkan Anggaran Iuran BoP

Advertisement

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah adanya instruksi dari Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menyiapkan anggaran pembayaran iuran keanggotaan Board of Peace (BoP). Purbaya menegaskan, sejak awal tidak pernah ada permintaan dari Prabowo terkait penyediaan dana untuk iuran tersebut.

“Saya tidak pernah menerima instruksi dari Presiden untuk menyediakan uang untuk BoP,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Purbaya menambahkan, Presiden Prabowo secara konsisten menyatakan tidak memiliki komitmen untuk membayar iuran BoP. “Sampai sekarang enggak ada komitmen bayar yang saya tahu dari Presiden Prabowo ya. Presiden selalu bilang enggak. Kita belum ada komitmen bayar,” ujarnya.

Sikap pemerintah, menurut Purbaya, hanya sebatas dukungan dalam bentuk personel. “Dari hari pertama dia (Presiden Prabowo) komitmen kirim pasukan, tapi enggak ada komitmen bayar. Apalagi uang saya dipakai untuk Israel,” tegas Purbaya.

Bendahara negara ini juga mengklarifikasi bahwa sejak awal Indonesia memutuskan bergabung dengan BoP, tidak pernah ada janji untuk memberikan iuran dana. Pernyataan ini senada dengan penegasan Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya yang menyatakan Indonesia tidak pernah berjanji menyumbangkan uang senilai 1 miliar dollar AS kepada Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Advertisement

“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dollar,” ujar Prabowo, dalam diskusi bersama para jurnalis dan pakar, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI pada Sabtu (21/3/2026).

Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah berkomitmen soal pendanaan apa pun kepada Amerika Serikat saat bergabung dalam BoP. Hal ini, menurut Prabowo, terlihat dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors pada 19 Februari lalu.

Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari Board of Peace dengan fokus pada kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza. “Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” ucap Prabowo.

Selain itu, Prabowo menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza. Indonesia juga mungkin akan mempertimbangkan kontribusi lanjutan jika proses pembangunan kembali Gaza sudah dapat dimulai.

Advertisement