Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengecam keras insiden tendangan kungfu yang terjadi pada pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U20 antara Bhayangkara FC U20 melawan Dewa United U20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyatakan bahwa federasi, termasuk Ketua Umum PSSI, mengutuk perbuatan tersebut dan mendesak Komite Disiplin untuk segera mengambil tindakan tegas.
Insiden kekerasan tersebut mewarnai laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U20. Penyerang Bhayangkara FC U20 yang juga mantan pemain Timnas U17 Indonesia, Fadly Alberto Hengga, diduga terlibat dalam aksi tersebut.
“Ya, PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bayangkara di Elite Pro Akademi dan Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini, pemain yang melakukan hal itu, dan PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” terang Yunus Nusi pada Senin (20/4/2026). Ia menambahkan, “Dan diminta ini menjadi prioritas sidang komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan PSSI.”
PSSI dan Komite Disiplin Siap Ambil Tindakan Tegas
Yunus Nusi menyayangkan masih adanya insiden kekerasan dalam kompetisi usia muda. Ia menegaskan bahwa PSSI dan Komite Disiplin akan mengambil tindakan sebagai respons terhadap kejadian ini.
Lebih lanjut, PSSI juga mengendus adanya dugaan kelalaian dari perangkat pertandingan. Oleh karena itu, Komite Wasit berpotensi dilibatkan untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
“Dan kita juga melihat ada kelalaian perangkat pertandingan ini juga akan menjadi atensi PSSI kepada Komite Wasit saudara Ogawa untuk melakukan evaluasi dan memberikan edukasi sanksi kepada perangkat pertandingan bila ternyata terbukti lalai,” ujar Yunus Nusi.
“Sekali lagi, kita prihatin dengan kejadian hal ini masih ada peristiwa-peristiwa seperti ini yang terjadi di pemain kita sangat tidak berharap dan kami mohon kepada pemain apapun yang terjadi di lapangan tetap selalu bersikap jangan emosional, sabar. Dan tentu ini juga akan merugikan pemain itu sendiri termasuk merugikan klub,” tambahnya.
Kronologi Insiden Tendangan Kungfu
Insiden yang diduga melibatkan Fadly Alberto Hengga bermula setelah peluit akhir dibunyikan. Situasi di pinggir lapangan memanas akibat konfrontasi antara kedua tim.
Ketegangan memuncak ketika seorang pemain Bhayangkara FC U20 dilaporkan tiba-tiba melayangkan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United U20. Akibatnya, pemain Dewa United U20 tersebut terjatuh di lapangan dan segera mendapatkan penanganan medis.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, identitas pelaku sempat belum jelas. Namun, setelah penelusuran lebih lanjut, perhatian mengarah kepada Fadly Alberto Hengga yang disebut-sebut sebagai pelaku tendangan tersebut.






