Megapolitan

Profil Khoirudin, Ketua DPRD DKI Jakarta yang Diganti PKS

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Nama Khoirudin menjadi pusat perhatian menyusul adanya usulan pergantian posisinya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di tengah dinamika politik tersebut, Khoirudin dikenal sebagai politisi dengan rekam jejak panjang, mulai dari dunia pendidikan hingga memimpin lembaga legislatif ibu kota.

Berdasarkan data yang tercatat di situs resmi DPRD DKI Jakarta per Selasa (21/4/2026), Khoirudin memulai kiprahnya sebagai anggota DPRD DKI Jakarta pada periode 2019-2024. Sebelumnya, ia telah lama aktif di struktur PKS, termasuk menjabat sebagai Ketua DPD PKS Jakarta Selatan sejak tahun 2006.

Selama memimpin partai di tingkat kota, Khoirudin berfokus pada pembangunan fondasi organisasi. Upayanya meliputi penataan sumber daya manusia, perbaikan sistem manajemen, serta pembinaan dan kaderisasi. Ia juga menggagas forum kepemimpinan yang berlangsung selama tujuh bulan, bertujuan untuk menyiapkan calon pemimpin partai di berbagai tingkatan, mulai dari kelurahan hingga kotamadya. Selain itu, ia merintis pembangunan kantor DPD PKS Jakarta Selatan.

Karier politiknya terus menanjak. Pada tahun 2015, ia dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua DPW PKS DKI Jakarta. Kemudian, ia melanjutkan perannya sebagai Ketua DPW PKS DKI Jakarta untuk periode 2020-2025.

Data dari situs PKS Jakarta mencatat bahwa Khoirudin lahir di Jakarta pada 8 Juli 1966. Ia beragama Islam, menikah dengan Dra. Hj. Rosyadah, dan dikaruniai tiga orang anak. Ia menetap di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Latar belakang keluarganya adalah Betawi, dengan kakeknya, Haji Gatong, yang dikenal sebagai salah satu guru ngaji pertama di kawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat.

Perjalanan Pendidikan dan Karier Awal

Khoirudin menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Jeruk Manis 05. Ia melanjutkan ke SMP Negeri 134 dan SMEA Negeri 17, di mana ia menerima beasiswa dari Gubernur DKI Jakarta. Pendidikan tingginya ia selesaikan di Universitas Negeri Jakarta, mengambil jurusan Kurikulum dan Teknologi, dengan beasiswa Supersemar, dan lulus pada tahun 1992.

Sebelum terjun ke dunia politik, Khoirudin meniti karier sebagai pendidik. Ia mengajar di SMP PGRI 26 Rawabelong, lalu di SMP Trimulya Pesanggrahan, hingga akhirnya menjabat sebagai kepala sekolah di lembaga tersebut pada periode 1999-2012. Selain itu, ia juga aktif sebagai dosen di salah satu sekolah tinggi Islam di Depok.

Advertisement

Di sektor sosial-keagamaan, Khoirudin mendirikan pesantren khusus pria bernama As-Salaah di Desa Pengasinan, Serpong, Tangerang Selatan, pada tahun 2019. Seluruh biaya operasional dan pendidikan di pesantren ini ditanggung sepenuhnya oleh dirinya dan keluarga.

Usulan Pergantian Ketua DPRD DKI

Isu pergantian Ketua DPRD DKI Jakarta mencuat setelah beredarnya surat keputusan yang mengindikasikan PKS mengusulkan Suhud Alynudin untuk menggantikan Khoirudin. Dokumen tersebut juga menyebutkan pencabutan Surat Keputusan DPP PKS Nomor: 128/SKEP/DPP-PKS/2025 mengenai pimpinan dan alat kelengkapan DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS periode 2024-2029.

Bukan Akibat Konflik Internal

Menanggapi isu tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, menegaskan bahwa pergantian ini bukan dilatarbelakangi oleh konflik internal. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi partai.

“Enggak ada (konflik internal). Ini semata-mata untuk konsolidasi aja,” kata Taufik saat dikonfirmasi pada Selasa.

Ia menambahkan bahwa proses pergantian ini masih harus melalui sejumlah tahapan administratif. Tahapan tersebut meliputi pelaporan kepada Kementerian Dalam Negeri hingga pelaksanaan rapat paripurna DPRD.

Meskipun ada usulan pergantian posisinya sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin dinilai tetap menjadi figur penting di internal PKS berkat pengalaman panjangnya di organisasi, pendidikan, dan kancah politik.

Advertisement