Regional

Pengusaha Kuliner di Padang Kaget Harga Elpiji Nonsubsidi Naik, Terpaksa Hitung Ulang Harga Jual

Advertisement

PADANG, KOMPAS.com – Kenaikan harga gas elpiji non-subsidi per Selasa (21/4/2026) telah mengejutkan sejumlah pelaku usaha kuliner di Kota Padang, Sumatera Barat. Lonjakan harga ini diprediksi akan memaksa mereka untuk menghitung ulang harga jual produk mereka.

Sejumlah pedagang mengaku terkejut dengan kenaikan yang signifikan ini. Meskipun sebagian masih menggunakan stok gas lama yang dibeli sebelum harga naik, kekhawatiran akan dampak jangka panjang mulai terasa.

Salah satu pelaku usaha, Restu dari Aneka Rendang Asese, mengaku belum merasakan langsung kenaikan harga karena masih menggunakan tabung gas yang dibeli beberapa hari lalu. “Saya masih pakai gas stok empat hari lalu, waktu itu untuk gas ukuran 12 kilo masih sekitar Rp 180 ribu sampai Rp 194 ribu,” ujarnya kepada Kompas.com.

Namun, Restu telah mendengar informasi mengenai kenaikan harga tersebut dan mulai mengantisipasi dampaknya. Usahanya menghabiskan setidaknya delapan tabung gas ukuran 12 kilogram setiap hari untuk proses memasak rendang. Ia mengakui bahwa kenaikan harga gas yang terus-menerus berpotensi memengaruhi harga jual makanannya.

Kenaikan Merata di Berbagai Ukuran Tabung

Kabar kenaikan harga gas elpiji non-subsidi ini dibenarkan oleh salah satu agen gas di kawasan Padang Selatan. Admin agen tersebut, Putri, menjelaskan bahwa kenaikan harga mulai berlaku sejak Sabtu (18/4/2026) dan memengaruhi beberapa ukuran tabung gas.

Perubahan harga yang terjadi antara lain:

Advertisement

  • Gas ukuran 5,5 kilogram naik dari Rp 94 ribu menjadi Rp 111 ribu.
  • Gas ukuran 12 kilogram naik dari Rp 194 ribu menjadi Rp 230 ribu.
  • Gas ukuran 50 kilogram mengalami kenaikan paling drastis, dari Rp 832 ribu menjadi Rp 1.666.000.

“Kalau gas 50 kilo harganya memang naik setiap bulan, tapi kali ini memang agak tinggi lonjakannya,” ujar Putri.

Putri menambahkan bahwa kenaikan ini cukup mengejutkan banyak pelanggan, terutama pengguna gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang umum digunakan oleh usaha kecil dan rumah tangga.

Pasokan Gas Tetap Terjamin

Meskipun terjadi lonjakan harga, Putri memastikan bahwa pasokan gas elpiji non-subsidi di Kota Padang masih dalam kondisi normal. Ia menyatakan tidak ada kelangkaan stok dan proses distribusi tetap berjalan seperti biasa.

Namun demikian, kenaikan harga ini mulai menjadi perhatian serius bagi para pelaku usaha. Mereka khawatir biaya operasional akan meningkat secara signifikan, terutama bagi sektor kuliner yang sangat bergantung pada penggunaan gas dalam aktivitas sehari-hari.

Advertisement