Regional

Kisah Adisty Atlet Muaythai dari Subang, Jadi TNI berkat Prestasi SEA Games

Advertisement

SUBANG, KOMPAS.com – Perjuangan keras Adisty Gracelia Lolaroh, atlet muaythai asal Subang, berbuah manis. Ia berhasil mengabdikan diri pada negara sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkat prestasi gemilang yang diraihnya di SEA Games ke-33 Thailand 2025.

Adisty, yang kini menyandang pangkat Sersan Dua (Serda) dan bertugas di Dinas Jasmani Angkatan Darat (Disjasad) Cimahi, sukses mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia di ajang SEA Games tersebut. Penghargaan ini menjadi jembatan bagi Adisty untuk mewujudkan cita-citanya menjadi abdi negara.

Dedikasi di Arena dan Konsistensi Latihan

Prestasi Adisty bukanlah hasil instan, melainkan buah dari ketekunan dan semangat yang tak pernah padam dalam berlatih. Ia menyadari potensi muaythai sebagai cabang olahraga yang kerap menyumbang medali di berbagai kejuaraan.

“Muaythai ini salah satu cabor langganan peraih medali di berbagai kejuaraan, tidak terkecuali di ajang SEA Games. Makanya, saya fokus berlatih dan berkomitmen untuk meraih medali demi mengharumkan nama bangsa dan negara,” ujar Adisty saat ditemui pada Selasa (21/4/2026) siang.

Perjalanan Adisty hingga meniti karier sebagai anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) ini tak lepas dari dukungan penuh.

“Saya merupakan salah satu atlet dari sekian atlet yang berhasil dibina. Pencapaian ini tidak lepas dari peran sentral Donating Athlete Management (DAM),” katanya.

Peran Kunci Manajemen Pembinaan

Serda TNI Adisty mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada manajemen pembinaan yang berorientasi pada kesejahteraan atlet. Ia menekankan pentingnya program yang terstruktur dan terukur.

“Apa yang saya raih merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan atlet yang dilakukan secara serius dan terukur dari Donating Athlete Management,” ucapnya.

Sosok Tine Yowargana, selaku manajer DAM, memegang peranan penting dalam perjalanan Adisty. Ia bukan sekadar manajer, melainkan sosok yang memastikan seluruh aspek kehidupan atlet terpenuhi dengan layak.

Advertisement

“Selama saya dibina oleh Bu Tine, para atlet tidak perlu memikirkan hal-hal di luar latihan. Semua kebutuhan kami dipenuhi dengan sangat baik, mulai dari pola makan, nutrisi harian, hingga gaji, semuanya terjamin,” ungkap Adisty.

Perhatian penuh dari DAM memungkinkan Adisty untuk fokus sepenuhnya pada peningkatan prestasinya di cabang olahraga muaythai. Hal ini pada akhirnya mengantarkannya pada cita-cita menjadi prajurit TNI AD.

“Prestasi yang saya raih dibalas oleh negara melalui perintah langsung Presiden RI Prabowo Subianto kepada Panglima TNI, mengangkat saya jadi anggota TNI AD,” kata Adisty, Selasa.

Harapan untuk Masa Depan

Meskipun telah menjadi anggota TNI, Adisty bertekad untuk tidak berhenti berprestasi. Ia berkomitmen untuk terus mengikuti berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.

“Tentunya raihan perunggu di SEA Games, harus ditingkatkan lagi menjadi prestasi yang lebih baik dari yang sudah dicapai. Kelak tentunya harus dapat emas,” harapnya.

Adisty berharap, pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Indonesia lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

“Tentunya menjadi gambaran bahwa dengan manajemen yang tepat, perhatian terhadap nutrisi, serta kesejahteraan atlet yang terjamin, potensi putra-putri daerah dapat berkembang maksimal dan meraih prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Advertisement