MAKASSAR, Kompas.com – Motif penganiayaan yang berujung tewasnya seorang nelayan di Pulau Kodingareng, Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya terkuak. Polisi menyatakan, pertikaian maut itu dipicu oleh perselisihan antara anak korban dan anak pelaku.
Pria berinisial I (40) yang telah diamankan di Polres Pelabuhan Makassar menjalani pemeriksaan intensif terkait insiden tersebut. Kanit Pidum Satreskrim Polres Pelabuhan Makassar, Ipda Dewa Yudha, menjelaskan kronologi awal mula kejadian.
“Jadi awal mulanya itu ada perselisihan anak korban dan anak pelaku yang sebelumnya bermasalah,” ujar Ipda Dewa Yudha, Senin (20/4/2026).
Masalah yang melibatkan anak-anak itu kemudian memuncak ketika korban, yang tidak terima dengan perselisihan tersebut, mendatangi pelaku. Situasi memanas dan berujung pada perkelahian antara kedua orang tua.
“Kemudian orang tuanya yang di mana si korban ini mendatangi pelaku di Pulau Kodingareng. Kemudian terjadi perselisihan antara orang tua yang di mana mereka berkelahi,” jelas Dewa.
Dalam momen cekcok tersebut, pelaku secara spontan mengambil senjata tajam dan menyerang korban.
“Kemudian terjadi penikaman yang di mana korban ini berinisial MA,” imbuh Dewa.
Korban, MA (37), mengalami luka parah pada bagian perut hingga organ dalam tubuhnya terlihat keluar akibat sabetan senjata tajam pelaku.
Pelaku, I, dilaporkan menyerahkan diri ke Polres Pelabuhan Makassar tak lama setelah kejadian. “Pelaku menyerahkan diri sendiri ke Polres Pelabuhan Makassar. Barang bukti saat ini, sudah diamankan di Polres Pelabuhan,” kata Dewa.
Dewa kembali menegaskan bahwa motif utama penikaman adalah cekcok antara anak-anak yang kemudian berlanjut menjadi pertikaian antar orang tua.
“Ancaman pasalnya diterapkan 466 ayat 3, tentang penganiayaan menyebabkan meninggal dunia. dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara,” tutupnya.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (20/4/2026) malam di wilayah Pulau Kodingareng, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Laporan awal menyebutkan bahwa I (40) menyerahkan diri setelah menganiaya rekannya sesama nelayan, MA (37), hingga tewas.
Video yang beredar di masyarakat memperlihatkan teriakan histeris dari keluarga korban melihat MA tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan dengan luka perut yang menganga. Warga sekitar segera berusaha memberikan pertolongan sembari menunggu kedatangan polisi.
Tim dari Polres Pelabuhan Makassar bergerak cepat menuju lokasi kejadian menggunakan transportasi laut. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit. Setibanya di lokasi, petugas mendapati pelaku telah menyerahkan diri tanpa perlawanan.
Jasad korban MA kemudian dievakuasi dari pulau menggunakan speed boat bersama pihak keluarga untuk dibawa ke rumah sakit.






