JAKARTA, KOMPAS.com – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan mengambang di Kali Petojo, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/4/2026). Penemuan ini sontak menarik perhatian warga yang berkerumun di tepi jalan samping sungai.
Dalam rekaman video yang beredar luas melalui akun Instagram @jakpus.terkini, terlihat warga menyaksikan penemuan tersebut dari pinggir kali. Kondisi air sungai yang keruh dan menghitam tampak jelas, dengan jasad pria mengapung dalam posisi tengkurap di tengah aliran air.
Pelaksana Tugas (Plt) Kanit Reskrim Polsek Gambir, Iptu Heri Moko, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang warga yang melintas di pinggir kali melihat jasad mengapung dan segera melaporkannya ke pos polisi terdekat.
“Oleh petugas pos terus disampaikan ke kita bahwa ada mayat. Sekitar pukul 15.00 WIB tadi dilaporkan,” ujar Heri saat dihubungi Kompas.com pada Selasa.
Petugas kepolisian segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap jasad yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap, namun tidak ada identitas diri atau kartu pengenal yang ditemukan pada tubuhnya.
“Karena tadi kan tidak ditemukan identitas. Jadi kita sebut Mr. X dulu lah,” tutur Heri.
Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan di lokasi, tidak terlihat adanya tanda-tanda kekerasan pada mayat tersebut. Sekitar pukul 16.45 WIB, jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani proses visum lebih lanjut.
Heri menambahkan, kondisi jasad saat ditemukan masih dapat dikenali. Dari keterangan beberapa warga sekitar, terdapat dua saksi yang mengaku mengenali korban.
Menurut keterangan saksi, korban telah berada di sekitar lokasi kejadian selama kurang lebih tiga hari sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Saksi menerangkan kalau yang bersangkutan ini sudah tiga harian tidur di situ terus, di pinggir kali,” kata Heri.
Meskipun demikian, polisi belum dapat memastikan apakah korban merupakan tunawisma atau berasal dari luar daerah. Penyelidikan lebih lanjut masih akan dilakukan untuk mengidentifikasi identitas korban dan penyebab pasti kematiannya.
“Mungkin dari luar. Tapi belum dapat dipastikan. Nanti masih diteliti lebih lanjut,” pungkas Heri.






