Edukasi

“Kartini Masa Kini” dari Timur, Cerita Asti Bantu Tingkatkan Literasi di NTT

Advertisement

Asti Laka Lena, Bunda Literasi Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus istri Gubernur NTT Melki Laka Lena, mendedikasikan diri untuk meningkatkan angka literasi di provinsi tersebut. Perjalanannya dimulai dari kecintaan pribadi terhadap buku yang tertanam sejak masa kecilnya.

“Jadi saya yang disuruh sortir, mana yang bagus. Lalu tentukan harganya juga saya, kalau yang bagus nanti lebih mahal, kalau yang biasa-biasa itu lebih murah,” kenang Asti saat ditemui di Gedung Graha Tabrani, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026).

Literasi Rendah, Motivasi Asti Meningkat

Kecintaan pada dunia literasi inilah yang kemudian mendorong Asti untuk terjun langsung berkontribusi di NTT sejak tahun 2001. Setibanya di sana, ia mendapati kenyataan pahit mengenai tingkat literasi masyarakat, khususnya anak-anak, yang tergolong sangat rendah.

“Kemudian juga dalam kami berkeliling itu kami melihat betapa kemampuan literasi anak kita ini sangat-sangat rendah,” ujarnya prihatin.

Ia menambahkan, fenomena ini sudah ia amati sejak lama. “Jadi sebagai contoh, kalau mungkin di beberapa media yang disampaikan anak SMA masih belum rancang untuk dibaca. Itu kami sudah melihat dari bulan dulu. Dan yang kami lihat itu dari 2001 sampai sekarang 2026, ternyata masih ada juga anak-anak yang tinggal SMA, SMP tapi belum lancar membaca,” ungkapnya.

Kondisi ini semakin membulatkan tekad Asti untuk berupaya keras meningkatkan literasi, terutama di kalangan anak-anak NTT. Dukungan kian mengalir ketika suaminya, Melki Laka Lena, menjabat sebagai Gubernur NTT.

PKK dan Pokja Literasi, Senjata Asti Menggairahkan Minat Baca

Sebagai istri gubernur, Asti memanfaatkan platform Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk menyisipkan program-program peningkatan literasi. Tak berhenti di situ, sebuah Kelompok Kerja (Pokja) khusus yang berkaitan dengan literasi pun dibentuk, dan Asti didapuk sebagai Bunda Literasi NTT.

Namun, jalan yang ditempuh Asti tidaklah mulus. Keterbatasan fasilitas dari pemerintah daerah menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Di sisi lain, menumbuhkan minat baca pada anak-anak, terlebih yang sudah beranjak dewasa dan terpapar gawai, menjadi tantangan tersendiri.

“Mungkin yang sudah besar ya, yang sudah semakin besar apalagi sudah terpapar gadget, gawai, nah ini tantangan kita untuk menumbuhkan, karena minat bacanya harusnya dipupuk dari yang kecil, tapi ini sudah terlanjur besar, nah ini mungkin tantangan juga,” tuturnya.

Advertisement

Meskipun demikian, Asti tak pernah kehilangan akal. Ia meyakini masih banyak cara kreatif untuk merangsang minat baca pada anak usia sekolah. Salah satunya melalui kegiatan yang disukai anak muda.

“Bisa dari lagu, misalnya membuat lomba-lomba yang menarik minat anak muda tetapi juga bisa meningkatkan literasi,” jelasnya.

Asti juga menggagas berbagai lomba, seperti menulis, dengan tema yang beragam sesuai dengan lembaga atau momen yang sedang berlangsung. “Ada lomba menulis, temanya bisa macam-macam sesuai dengan lembaga atau sesuai dengan momen saat itu.Tetapi saya pikir itu bagian dari kita menggairahkan ya, dan kami pikir sedikit pesertanya, tapi ternyata lumayan tetap ratusan juga,” ungkapnya.

Upaya lain yang tak kalah penting adalah memperkaya koleksi bahan bacaan anak dengan buku-buku yang relevan dengan usia mereka. Asti juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk melengkapi fasilitas penunjang literasi di NTT.

Perempuan Berdaya, Bangsa Maju

Menyambut Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026, Asti Laka Lena turut menegaskan pentingnya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perempuan untuk berkarya.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan perempuan. “Sebab, ia menilai jika suatu negara atau bangsa ingin maju, perlu kesejahteraan terhadap perempuan,” katanya.

“Perempuan sendiri, kita juga harus punya keinginan proaktif untuk memberdayakan diri kita. Kalau perempuan itu dia mau memberdayakan dirinya, dibantu dari faktor luar itu memberdayakan dia, pasti keluarganya akan maju, daerahnya akan maju, Indonesia juga akan maju,” tegas Asti Laka Lena.

Advertisement