Dua rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Tanah Abang-Rangkasbitung sempat terhenti di jalur antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Sudimara akibat gangguan pasokan listrik aliran atas (LAA) pada Selasa (21/4/2026) malam. Insiden ini sempat terekam dan viral di media sosial.
Dalam sebuah unggahan di akun media sosial X @cacaancat pada pukul 18.42 WIB, terlihat suasana di dalam gerbong KRL yang nyaris gelap gulita, hanya diterangi oleh sedikit cahaya. Penumpang dan seorang petugas KRL tampak berada di dalam gerbong yang terdiam.
“Barusan banget KRL Rangkas – Tanah Abang berhenti karena mati lampu dan enggak jalan ???????? @CommuterLine,” tulis akun @cacaancat dalam unggahannya.
Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh padamnya Listrik Aliran Atas (LAA). Menurutnya, suplai daya dari Gardu Traksi PLN Limo mengalami pemadaman mulai pukul 18.35 WIB.
“Pasokan daya LAA pada lintas Stasiun Kebayoran-Stasiun Sudimara padam mulai sore,” ujar Leza dalam keterangan pers yang dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (21/4/2026).
Dampak dari pemadaman LAA ini menyebabkan perjalanan Commuter Line pada lintas Tanah Abang – Rangkasbitung mengalami keterlambatan dan antrean perjalanan. Dua rangkaian KRL dengan nomor perjalanan 1766 dan 1768 dilaporkan terhenti di antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Sudimara.
Penormalan Perjalanan KRL
Leza menjelaskan bahwa tim terkait segera berkoordinasi untuk melakukan pengalihan daya LAA. Pengalihan dilakukan dari gardu traksi lain, yaitu Gardu Traksi Karet 2 dan Gardu Traksi Pondok Betung.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pasokan aliran listrik dari PLN dilaporkan kembali normal pada pukul 19.19 WIB. Setelah itu, perjalanan KRL di lintas tersebut dilaporkan telah kembali melintas dengan normal.






