Tren

Daftar 3 Perempuan Terkaya di Asia Versi Forbes 2026, Nomor 1 dari India

Advertisement

Asia tak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melahirkan para perempuan dengan kekayaan fantastis. Forbes mencatat, setidaknya ada tiga nama perempuan asal Asia yang menduduki puncak daftar individu terkaya di benua tersebut pada awal 2026, dengan nilai aset yang terus berfluktuasi mengikuti pergerakan pasar global.

Savitri Jindal & family, seorang taipan dari India, memimpin daftar ini. Kekayaannya yang mencapai puluhan miliar dolar AS menjadikannya sebagai perempuan terkaya di Asia dan menempatkannya di posisi ketujuh dalam daftar perempuan terkaya di dunia.

Posisi selanjutnya diisi oleh dua sosok wanita tangguh asal China, yang membangun imperium bisnis di sektor yang berbeda. Mereka adalah Zheng Shuliang & family dan Zhong Huijuan.

Perempuan Terkaya di Asia Versi Forbes 2026

Berdasarkan data real-time billionaires list yang dirilis Forbes per Selasa (21/4/2026) pagi, Savitri Jindal & family, Zheng Shuliang & family, dan Zhong Huijuan menjadi tiga perempuan terkaya di Asia.

1. Savitri Jindal & family (India)

Savitri Jindal & family kokoh di puncak daftar perempuan terkaya di Asia. Kekayaan yang mereka himpun berasal dari bisnis keluarga yang merambah sektor baja, energi, semen, dan infrastruktur. Per 21 April 2026 pagi, Forbes mencatat aset mereka mencapai 40 miliar dollar AS atau sekitar Rp 685,52 triliun.

Savitri Jindal kini memimpin Grup O.P. Jindal, sebuah konglomerat yang didirikan oleh mendiang suaminya, Om Prakash Jindal. Setelah sang pendiri wafat dalam kecelakaan helikopter pada 2005, perusahaan-perusahaan dalam grup tersebut dibagi kepada keempat putra mereka, yang kini masing-masing mengelola bisnisnya secara independen.

Sajjan Jindal, salah satu putra Savitri, mengelola aset terbesar dari grup ini. Berbasis di Mumbai, ia memimpin sejumlah perusahaan terkemuka seperti JSW Steel, JSW Cement, dan JSW Paints, serta diversifikasi bisnis ke sektor kendaraan listrik melalui kerja sama dengan MG Motor pada 2024, yang berhasil menjual 100.000 unit kendaraan listrik. Setahun berikutnya, ia juga membawa JSW Cement melantai di bursa saham.

Sementara itu, putra bungsu mereka, Naveen Jindal, mengelola Jindal Steel & Power. Di luar dunia bisnis, Naveen juga aktif di ranah politik. Pada Maret 2024, ia memutuskan keluar dari Partai Kongres dan bergabung dengan Bharatiya Janata Party.

Advertisement

2. Zheng Shuliang & family (China)

Berada satu strip di bawah Savitri Jindal, Zheng Shuliang & family menempati peringkat kesembilan sebagai perempuan terkaya di dunia. Perempuan asal China ini mengantongi kekayaan mencapai 34,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 596,52 triliun), menjadikannya perempuan terkaya kedua di Asia.

Zheng Shuliang menjabat sebagai wakil ketua China Hongqiao Group, salah satu produsen aluminium raksasa di China yang didirikan oleh mendiang suaminya, Zhang Shiping, pada 2019. Di bawah kepemimpinan Zhang, Hongqiao bertransformasi menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar seiring dengan gelombang reformasi ekonomi China.

Putra mereka, Zhang Bo, kini menduduki kursi ketua sekaligus CEO Hongqiao yang terdaftar di Bursa Hong Kong. Sementara itu, putri mereka, Zhang Hongxia, mengelola bisnis tekstil melalui perusahaan Weiqiao Textile. Pada 2024, perusahaan ini menjadi perusahaan tertutup dan delisting dari Bursa Efek Hong Kong.

3. Zhong Huijuan (China)

Nama ketiga yang melengkapi jajaran perempuan terkaya di Asia adalah Zhong Huijuan. Pengusaha di bidang farmasi ini memiliki kekayaan menembus angka 20,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 356,59 triliun).

Zhong Huijuan adalah tokoh sentral di balik Hansoh Pharmaceutical Group, perusahaan farmasi asal China yang memproduksi berbagai jenis obat, termasuk untuk onkologi, gangguan kejiwaan, diabetes, dan penyakit lainnya. Ia menjabat sebagai ketua sekaligus CEO perusahaan tersebut.

Suaminya, Sun Piaoyang, juga merupakan figur penting di industri farmasi. Ia adalah seorang miliarder dan memimpin Jiangsu Hengrui Pharmaceuticals, perusahaan farmasi yang sahamnya diperdagangkan di bursa Shanghai dan Hong Kong. Putri mereka, Sun Yuan, turut berkontribusi sebagai direktur eksekutif di Hansoh.

Hansoh Pharmaceutical Group, yang berbasis di Lianyungang, China, telah terdaftar di Bursa Hong Kong sejak 2019. Perusahaan ini terus berupaya melebarkan sayapnya ke pasar global, salah satunya melalui kerja sama lisensi produk dengan perusahaan farmasi raksasa dunia seperti Merck, dengan kesepakatan yang dilaporkan bernilai miliaran dollar.

Advertisement