JAKARTA, Kompas.com – Changan, pabrikan otomotif asal Tiongkok yang baru saja memasuki pasar Indonesia, membuka peluang untuk memasarkan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) di Tanah Air. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar dan infrastruktur yang masih berkembang di Indonesia, seiring dengan fokus awal mereka pada kendaraan elektrifikasi.
Meskipun Changan memulai debutnya di Indonesia dengan meluncurkan dua model mobil listrik, yakni Lumin dan Deepal S07, mereka menegaskan bahwa portofolio globalnya tidak terbatas pada teknologi baterai murni. Perusahaan yang telah berdiri selama 164 tahun ini memiliki rekam jejak panjang dalam memproduksi beragam jenis kendaraan, termasuk yang menggunakan mesin bensin dan teknologi hybrid.
Adaptasi Pasar Indonesia
Kehadiran Changan di Indonesia saat ini memang identik dengan kendaraan listrik. Namun, perusahaan menyadari tantangan yang dihadapi konsumen di Indonesia, terutama terkait infrastruktur pengisian daya listrik yang belum merata di seluruh wilayah. Faktor kenyamanan penggunaan dan kemudahan pengisian bahan bakar menjadi pertimbangan penting bagi sebagian besar konsumen di luar kota besar.
Melalui kolaborasi strategis dengan Indomobil Group, Changan secara intensif melakukan pemetaan perilaku konsumen di Indonesia. Studi pasar yang berkelanjutan ini menjadi dasar pengambilan keputusan untuk membawa produk baru ke pasar domestik, termasuk opsi kendaraan ICE murni atau teknologi hybrid yang lebih efisien.
Evaluasi Segmen Kendaraan Konvensional
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya terpaku pada mobil listrik berbasis baterai. Saat ini, Changan sedang mengevaluasi potensi pasar untuk segmen kendaraan lain, termasuk yang menggunakan mesin pembakaran internal dan teknologi hybrid yang lebih hemat energi.
“Itu juga dalam kita punya radar. Jadi, kita juga lagi pelajari, termasuk yang tadi kan Blue Core HEV. Ya, kita lagi coba pelajari juga,” ujar Setiawan, kepada wartawan, saat ditemui di Chongqing, Tiongkok, belum lama ini.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pintu bagi kehadiran mobil bermesin konvensional maupun hybrid dari Changan di Indonesia masih terbuka lebar. Strategi ini menunjukkan upaya Changan untuk tidak sekadar mengikuti tren elektrifikasi, tetapi juga menjadi pemain yang adaptif terhadap keragaman kondisi pasar otomotif nasional.






