GUANGZHOU, KOMPAS.com – GAC Indonesia, melalui mereknya Aion dan Hyptech, yang selama ini identik dengan mobil listrik (BEV), ternyata memiliki ketertarikan untuk turut bermain di pasar mobil bermesin pembakaran internal (ICE). Fleksibilitas penggunaan logo GAC menjadi kunci perusahaan untuk tidak terpaku pada satu jenis teknologi mesin.
CEO GAC Aion Indonesia, Andry Ciu, menyatakan bahwa kehadiran logo GAC memungkinkan perusahaan untuk membawa berbagai teknologi mesin, tidak terbatas hanya pada kendaraan listrik. “Dengan adanya logo GAC berarti kita akan bawa mobil tidak hanya teknologi EV. Tidak bisa dipungkiri sebenarnya kalau ditanya tertarik apa enggak, (ya) tertarik,” ujar Andry di Guangzhou, China, Senin (20/4/2026).
Potensi Pasar Mobil Konvensional
Minat GAC untuk kembali melirik pasar mobil konvensional dilandasi oleh data pasar otomotif Indonesia yang menunjukkan dominasi segmen mesin bensin dan diesel.
Andry menyadari bahwa meskipun tren kendaraan listrik terus meningkat, segmen mobil ICE masih memegang porsi pasar terbesar di industri otomotif nasional. “Secara data Gaikindo kendaraan ICE itu pemegang porsi paling besar. Walaupun tahun ke tahun porsinya turun, tapi secara volume penjualan ICE masih yang terbesar,” jelas Andry.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), segmen mesin bensin dan diesel masih mendominasi jalanan di Tanah Air secara volume.
Tren Pertumbuhan Mobil Listrik
Di sisi lain, data menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik (EV) juga mengalami pertumbuhan yang pesat.
Sepanjang tahun 2025, angka wholesales mobil listrik melonjak 141 persen menjadi 103.931 unit, naik signifikan dari 43.188 unit pada tahun sebelumnya. Capaian ini menjadikan mobil listrik menyumbang lebih dari 12 persen dari total pasar mobil nasional.
Tren positif ini berlanjut hingga awal tahun 2026. Pada periode Januari hingga Maret, distribusi mobil listrik telah mencapai 33.150 unit, menunjukkan peningkatan sebesar 95,9 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.






