Regional

Bocah Perempuan di Semarang Diduga Dibakar Paman, Awalnya gara-gara Tak Mau Mandi

Advertisement

SEMARANG, KOMPAS.com – Seorang bocah perempuan berusia 15 tahun di Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, diduga menjadi korban pembakaran oleh pamannya sendiri. Peristiwa tragis ini terjadi di depan rumah korban di kawasan Tambakmulyo, Kelurahan Tanjung Mas, pada Sabtu (18/4/2026).

Pelaku, yang berinisial S (32), hingga kini masih dalam pengejaran petugas kepolisian. Motif di balik aksi sadis tersebut diduga berawal dari masalah sepele, yakni penolakan korban untuk mandi.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh emosi pelaku saat korban menolak permintaannya untuk mandi.

“Berawal dari pamannya itu menyuruh mandi, menyuruh mandi tapi korbannya menolak kayak gitu,” kata Heri kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

Disiram Cairan dan Disulut Api

Menurut keterangan Heri, setelah korban menolak, pelaku S kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil cairan yang diduga kuat merupakan bensin. Cairan tersebut lantas disiramkan ke arah korban yang berada di depan rumah.

“Diduga bensin, kemudian disulut pakai korek api,” ujar Heri.

Seketika tubuh korban terbakar. Teriakan histeris korban menarik perhatian warga sekitar yang segera berdatangan untuk memadamkan api dan menolong korban.

Advertisement

“Akhirnya (korban) dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” tambahnya.

Pengejaran Pelaku dan Pendalaman Motif

Pihak kepolisian dari Polsek Semarang Utara terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Prioritas utama saat ini adalah menangkap pelaku S yang masih buron.

“Untuk motif nanti kita akan periksa pelaku dulu soal alasannya melakukan tindakan tersebut,” ucap Heri.

Kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini mendapat perhatian khusus dari kepolisian. Sementara itu, kondisi kesehatan korban dilaporkan mulai membaik.

“Kondisi korban saat ini sudah mulai membaik, kami pantau terus perkembangan lukanya,” pungkas Heri.

Advertisement